Kamu, kini...
disudut ini aku berdiam
menatap sudut lain, kosong
coba ciptakan sebuah bayang
kenangan
aku, kamu, pertemuan pertama kita
secangkir kopi dihadapan
temani sepi yg tercipta
aroma pekat menyeruak
aku tetap diam, menikmati
pertunjukan bernama masa lalu
beranjak
dan kopi itu tak sekalipun tersesap
layaknya dirimu, kini
sebuah bayang, terkenang tp tak tersentuh