Pages

Showing posts with label cyber thoughts box. Show all posts
Showing posts with label cyber thoughts box. Show all posts

Saturday, November 4, 2023

Ngaca!

 Ngaca!


Beberapa waktu lalu terjadi satu pembicaraan.
"Dokter A itu punya suami ya, tinggal di perumahan yang katanya termahal di Surabaya itu."
"Nah, wong model ngunu sing digoleki karo si D"
"Laaaaaah, de'e sopo? Iku sing tak omongno Dokter. Wong e puinter, dan semua keluarganya juga dokter. Terus wong e yo ayu. Dokter spesialis yo masio g rabi karo bojone iku yo wes sugih."
"Wkwkwkwkwkwk. Naaaaaaah."

Thursday, October 12, 2023

Kenangan

Sekarang udah tahun 2023, aku memiliki blog lain selain blog ini. noninge(dot)com. Blog ini tetap ada, yang awalnya sudah tidak berniat menulis lagi di blog ini tapi kemudian kok pingin lagiiii. Hehehe, sifat mbulet dari dulu tidak hilang juga rupanya ya.

Saturday, September 30, 2023

Bakti

Berbakti.

Entah apa yang menjadi tolak ukur kata itu.

Apakah wajib, berbakti kepada orang tua? 

Wednesday, May 9, 2012

[Ocehan] My Baby My Rules!!

Beberapa hari lalu menyimak penuturan seorang teman tentang keleluasaan finansial antara perempuan lajang dengan perempuan yang sudah bersuami di twitland. Sampai akhirnya merambat pada perempuan yang berperan ganda, sebagai peran sebagai pekerja dan juga peran yang tak bisa dilepaskan yaitu sebagai istri dan juga ibu (kalau sudah memiliki anak). 

Aku tak banyak berkomentar, hanya mengikuti saja sebagai bahan pemikiran juga, hingga ketika aku mau menutup twitter sempat menuliskan bahwa semuanya tergantung dari pilihan perempuan itu sendiri, tentang mana yang akan dia prioritaskan. Dalam kalimat tersebut mungkin sepertinya perempuan (khususnya yang bekerja) harus memilih, antara memprioritaskan keluarga atau pekerjaan. Tapi mungkin tidak seekstrim itu, karena ketika ia menikah dan akhirnya melahirkan seorang anak maka menjadi seorang istri dan ibu itu sudah bukan pilihan lagi kan? Yang menjadi pilihan adalah hal lain selain itu.

Jadi bukan berarti perempuan yang bekerja tidak memprioritaskan keluarganya, kan? Ya hanya saja ketika ia bekerja, ia benar-benar harus profesional dengan mengesampingkan hal lain diluar pekerjaannya. Karena seorang ibu yang bekerja pasti memiliki alasannya sendiri, mungkin dengan bekerja ia ingin nantinya apa yang diberikan untuk anaknya adalah yang terbaik. 

Nah, sampai disitu kemudian ada sesuatu yang mengganggu aku. Hal itu karena ada seseorang yang mengatakan "kamu sih nggak kerja, jadi nggak tau capeknya jadi supermom... yang harus bekerja tapi juga harus ngurus suami dan anak juga!" #JLEB!!

Penuturan itu keluar dari seseorang ketika aku coba menyemangati dia untuk memompa ASInya, supaya anaknya nggak sampe kenal yang namanya susu formula, setidaknya sampai 6bulan pertama. Waktu itu aku langsung terdiam, mungkin caraku menyemangatinya salah. Itu aja pikiranku, walau dalam hati juga akhirnya aku memutuskan untuk nggak akan lagi ngomongin masalah ASI atau pemberian terbaik untuk anak dengan dia. Karena sepertinya pemikiran aku dan dia berbeda, jadi mending menghindari perdebatan yang sepertinya tak akan ada selesainya.

Hanya saja aku jadi mikir, apakah bekerja akhirnya bisa dijadikan alasan untuk seseorang ibu (istilah kasarnya) mencabut hak anak untuk memperoleh ASI eksklusif? Katanya ia bekerja untuk agar nantinya mampu memberi yang terbaik untuk anaknya, lah tetapi ini dari kecil aja udah nggak bisa ngasih yang terbaik... kan jadinya aneh... Karena terbaik kan nggak semua diukur dari materi. >,<

Aku sebenernya salut dengan para supermom yang selain menjadi ibu mereka juga bekerja (entah itu karena suatu keharusan atau memang pilihan mereka sendiri), terlebih karena aku sendiri memiliki banyak teman yang bekerja dan mau bersusah payah memerah ASInya pada malam hari ketika anak mereka sudah tertidur atau pada saat mereka istirahat siang dari bekerja agar kebutuhan ASI anaknya tetap tercukupi. Membeli semua perlengkapan tempur untuk memerah yang ternyata nggak murah, mencari cara terbaik agar ASI tetap bisa mengalir deras saat diperah... ah... pokoknya ribet dech, aku aja yang baru mulai memerah saat Baby Zi mulai MPASI untuk kebutuhan campuran MPASInya aja ngerasain ribetnya.

Tapi ketika seseorang mengatas namakankerjaan untuk kemudian menjadikannya alasan meninggalkan kewajibannya yang lain... ah... rasanya gimanaaaaa gitu... >,<

Ya.... sudah lah ya... >,< kembali lagi aja ke quotes "my baby my rules!!" :D

Sebegitu seriusnya kalo ama buku ^.^

Thursday, March 22, 2012

(Kata Otak) Kangen!

Beberapa waktu lalu ada percakapan dengan seorang teman melalui Y!Messenger, menarik dan juga bisa jadi obat kangen. :)

Saat sedang asyik chatting aku sempat berujar : "Waaaaah, kangen dech bisa mbolang santai kaya' dulu. Sekarang ada Zian masih belum memungkinkan untuk mbolang!!"

Temen aku itu langsung bilang : "Ih, kamu... aku jadi takut buat nikah loh!"

Laaaaaaah... aneh kan... apa yang aku omongin ama apa yang dia omongin kaya'nya nggak nyambung. Ternyata, dia (yang ternyata sedang mulai membuat rencana untuk nikah) sempat chatting juga dengan teman-temannya yang lain yang sudah nikah. Dan kebanyakan temannya bilang "kangen" dengan masa-masa sebelum nikah, seperti mbolang, atau bisa ngemall sampe larut, atau yang sudah punya anak "kangen" kencan berdua sama suami. Jadinya dia seperti nggak rela melepaskan apa yang ternyata di"kangen"in ama temen-temennya itu.

Aku, yang membaca penjelasannya cuman bisa ngakak... bahkan untuk menanggapinya aku mengetikkan emoticon lebay ini >> =))))))))

Aku cuman bilang, waktu kamu SD pasti pengen kan ngerasain jadi anak SMP, tp begitu SMP pasti sempet kan kepikiran "kangen" masa-masa SD yang mungkin pelajarannya nggak seberat waktu SMP? Ya, seperti itulah hidup. Saat memasuki jenjang yang lebih tinggi, atau memulai tahap baru kehidupan pasti ada sesekali rasa "kangen" dengan yang namanya masa lalu.


Dan aku juga bilang, kalau aku diminta kembali ke masa-masa yang aku kangenin mungkin aku mau tetapi ketika aku kemudian harus kehilangan apa yang sekarang aku miliki, oh itu jawabannya sudah jelas BIG NO!!

Sekarang mungkin nggak bisa mbolang seenaknya... bahkan mungkin untuk jalan-jalan ke mall aja udah males karena salah satunya kesian baby Zi juga kalo ngemall lama atau lokasinya jauh dari rumah sedang buat ke mall nya ditempuh dengan sepedaan, tapi yang pasti aku tetep bersyukur kok walau jalan-jalan berkurang cukup diganti dengan jalan-jalan muterin kompleks rumah sama baby Zi itu kesenengannya nggak kalah sama jalan2 di mall. Dan cukup bersabar nunggu baby Zi besaran dikit naaaah... baru dech mbolang lagi, bareng baby Zi pasti lebih seru :)

Seperti halnya kangen sama mantan, ada yang bilang itu wajar... karena ada hal manis yang pernah dirasakan tapi untuk kembali bersama mantan... erm... sepertinya itu butuh suatu pemikiran yang cukup panjang #eh... #kok jadi ngomongin mantan *uhhhh tombol del ama backspacenya macet pulak #dikeplaksemuaygbaca

Jadi walau aku bilang kangen pada hal-hal yang dulu pernah aku jalani, bukan berarti aku menyesali jalan yang telah aku ambil sampai akhirnya aku berada disini sekarang. ^^

Tuesday, March 20, 2012

(Lagu) Ada rasa, entah apa.

Beberapa waktu kemarin sempat ada hal yang bisa dibilang aneh yang aku rasakan. Aku memang suka dengan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh grup band Ungu, walau ya... bisa dibilang aku bukanlah fans berat ungu, atau disebut... erm *mikir*... erm... *masih mikir* ah... entah lah apa nama sebutan buat fans-fans dari band ungu... *lali aku, tur males ngoleki*

Terus apanya yang aneh?

Beberapa minggu yang lalu, saat denger salah satu lagu dari Ungu tetiba kok seperti jadi nggak enak rasa... >,< maksudnya tetiba sedih aja begituh... kenapa?

Nah itu anehnya, aku nggak tau apa asalannya.

Rasanya sedih aja denger lagu itu, padahal ya... liriknya loh nggak ada sedih-sedihnya.

Ini dia lagunya :



Coba jadi detektif... usut punya usut... tanya hati... tanya rumput yang bergoyang... tanya cemilan yang cepet habis #eh? daaaaaan.... akhirnyaaaaa.... *jeng jeng jeeeeeeng!!!

Tidak menemukan jawabannya... dan sampe sekarang agak males dengerin lagu ini, soalnya endingnya yang ada aku jadi cedih hikz hikz... mending maen aja ama baby Zi... :D

Kira-kira ada yang mau coba menjawab, ada apa dengan saya? hihihihi

Friday, March 16, 2012

(Ocehan) Update... update!!

Wah nggak berasa, udah lama nggak posting >,< sudahlah tak perlu beralasan lagi kenapa kok lama nggak mosting, biar saya dan Tuhan yang tahu #tsah! #sokbijakbangetyak hehehe...

Akhir-akhir ini memang jarang banget ngeblog, dan kemaren sempet jalan-jalan ke rumah virtual temen-temen. Sempet ngiri dengan seorang adek yang masih rajin ngeblog... siapa dia, erm... clue ajah yak... adek aku itu menyebut rumah virtualnya sebagai "jendela", tau nggak?. Ya pokoknya dia adek ketemu gede yang imut dech, tapi pemikirannya dewasa banget! Pokoknya aku salut ama dia! Jadi kangen euy pengen kopdaran lagi.

Sekarang kenapa yak blogspot nggak bisa posting dari HP :(( padahal aktivitas sekarang ini banyakan pake HP. Jadi kangen waktu-waktu dulu update tiap hari walau cuman sebuah puisi, bisa lewat HP dan nggak belibet >,<

Tapi enaknya sekarang kalo BW lewat HP lebih nyaman, asalkan blog yang dikunjungi Mobile Template-nya udah diaktifkan. Nah, kalo yang belum di aktifkan terus loadingnya lama ya dengan sangat terpaksa harus ditinggalkan dulu >,< Terus untuk komentar tetep milih yang tanpa harus masukin word verification, yang sepertinya makin kesini makin belimbet kata-katanya >,<

Oia, cuman nginfo aja sih... kalo ada yang baru di blog ini nantinya. Yaitu, disetiap posting nantinya pada bagian judul ada kata yang berada dalam kurung. Untuk posting ini kata itu adalah (Ocehan) kata itu seperti penanda ada atau labels. Terus kenapa nggak pake labels? Karena sepertinya itu nggak terlalu bergunaaaaa >,<

Aku bilang nggak berguna karena kadang udah kasih label fiksi kok ya masih ada aja yang nanya... "ITU KISAH NYATA KAMU YAK?" atau puisi yang nggak selalu tentang aku, selalu dikira apa yang sedang terjadi dengan hatiku... aw aw aw... *tujestujes*

Yah, cuman pengen update itu ajah sie... :p
Sudah dulu yak... nantikan update selanjutnya :))))
*kaya' ada yang menanti aja Ngeeee!!

Tuesday, February 14, 2012

Cinta



aku... bukan penganut cinta harus memiliki
juga bukan penganut cinta tak harus memiliki
lalu?


bagiku, aku mencintaimu dan aku akan berjuang untuk cintaku itu
tak perlu alasan mengapa aku mencintaimu
aku hanya berjuang untuk cintaku, hingga...
pada titik dimana aku merasa cukup!

hingga walau akhirnya tak memiliki
aku bersyukur memiliki cinta itu

karena sebuah paksaan atau keterpaksaan
membuat cinta itu tak lagi indah :)

jika akhirnya aku bisa bersama ia yang ku cinta,
aku bersyukur karena bisa memiliki kamu yang aku cintai
dan berharap semua yang terbaik untuk kita

jika toh akhirnya aku tak bisa bersama ia yang ku cintai
aku bersyukur karena bisa memiliki rasa cinta yang mungkin akan tetap tersimpan
dan berharap untuk bahagiamu, dan juga bahagiaku :)

Friday, February 3, 2012

Hanya ingin bertanya.

Masih ingat dengan posting tentang buku gratisan berjudul Fantasy Fiesta 2011. Aku sudah membaca, tapi belum selesai. Masih kurang erm 28% lah. Awal pertama baca buku ini, judul pertama dan kedua agak bingung juga... "kok ceritanya begini yah?"

Aku masih bingung tentang bagaimana sie harusnya cerita fantasi itu.

Kok yang ada di buku itu, setidaknya awalnya, tidak seperti bayanganku.

Jadi aku ingin bertanya disini, kalau sahabat mendapati kata "Cerita Fantasi" pada sebuah buku apa yang sahabat nara blog harapkan dari buku tersebut? Cerita-cerita seperti apa yang sahabat bayangkan?

Untuk review buku "Fantasy Fiesta 2011" nanti aku posting tanggal 13 Februari, posting bersama sahabat BBI :)

Jadi apa jawaban sahabat? ^^

Friday, January 27, 2012

#15HariNgeblogFF

Kemarin adalah hari terakhir seseruan bareng banyak blogger dalam seseruan menulis flash fiction yang di gagas oleh Yumin @WangiMS dan Masmin @momo_DM :(

Aaaaah... sedih memang, kenapa mesti berakhir?? #bahasanyeeeee

Pas hari terakhir gitu sih rasanya, beda ama awal-awal ikutan... yang pasti begitu dapet lemparan judul dari Yumin dan Masmin komentar yang paling sering adalah Aiiiiiiih!!! Judul apa iniiiiiiih??? #sambil jambak-jambak rambut #rambut tetangga :))

Tapi ya itulah #15HariNgeblogFF walau dari judul yang dilempar aja bisa buat galauuuuuuu tapi komitmen untuk ikutan menulis selama 15 hari buat jadi semangat buat muter otak dan mantengin laptop supaya tulisan selesai setidaknya sebelum jam 22.00 tiap harinya.

Banyak hal seru selama mengikuti #15HariNgeblogFF, salah satunya adalah tiap hari begitu bangun pagi *setelah ciumcium si krucil* yang dipegang selanjutnya adalah HP akses paling cepat untuk buka twitter dan menangkap lemparan judul dari Yumin dan Masmin :)

Nah, pas mendekati hari-hari terakhir... tetiba kalo malem nih si krucil suka banget begadang :s Yak, jadinya yang biasanya si krucil malam bangun cuman buat minum susu, nggak tau kenapa waktu hari-hari terakhir si krucil begadang aja gitu dari jam 11 sampe kurang lebih jam 2an. Alhasil, begitu Yumin dan Masmin lempar judul, bisa langsung nangkep judulnya. Bahkan bukan cuman nangkep judulnya aja tapi ada beberapa tulisan udah di setor linknya bahkan sebelum jam 3 pagi -_-" Jadi nulisnya ditemenin si krucil yang lagi seneng ngoceh :))

Ide dari Yumin dan Masmin ini briliant!! Pahala buat mereka berdua pasti banyaaaaaaak dech. Nggak bayangin dech misal dapet tugas jadi mereka, ngeRT sekian banyak tulisan, belum lagi ngomentarin tulisan-tulisan itu. Dan hari pertama dan kedua, mereka looooh yang ngumpulin semua FF yang tersebar di puluhan blog dalam satu postingan dan langsung di link.

Berkat #15HariNgeblogFF ini, hal lain yang di dapat adalah dapet temen-temen baru dengan ide-ide yang hebat. Juga akhirnya seperti dapat meyakinkan diri, bahwa ternyata bisa toh menulis dalam jangka waktu yang bisa di bilang singkat, ternyata banyak toh ide yang menari-menari dalam benak. Jadi dengan #15HariNgeblogFF ini nunjukin bahwa yang dibutuhkan adalah komitmen dan kemauan, maka semua pasti bisa dilakukan.

Yang paling gressss adalah dapet ide untuk buat buku sendiri yang isinya kumpulan FF. Yup! Dan itu sedang dalam proses :)

So, terima kasih banyak Yumin dan Masmin. Juga semua peserta #15HariNgeblogFF, kalian semua hebaaaaat!!!! :)

with love,

Inge ^^

Tuesday, January 10, 2012

Keyakinan dan semangat

Penutupan tahun 2011 dan penyambutan tahun 2012 ku bisa dikatakan benar-benar berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Yup, karena penutupan tahun 2011, pas tanggal 31 aku ada di salah satu RS. Bukaaaaan... nggak ada yang sakit kok, tapi lagi nungguin kakak ipar yang lagi lahiran.

Sebenarnya proses lahirannya siang, sekitar jam 11an, tapi aku belum bisa langsung pulang begitu baby nya lahir. Karena proses lahirannya melalui operasi dan ibu'nya pengen babynya jangan sampe minum sufor. Jadilah aku jaga-jaga disana kalo begitu kakak ipar sadar dan ternyata belum bisa menyusui, aku siap sumbang ASI untuk babynya.

Ternyata oh ternyata baby baru bisa ketemu ibunya keesokan harinya (tgl. 010112) itu info dari perawat. Jadi waktu ibu sudah sadar dan dipindah dari ICU tetep belum bisa menyusui. Tadinya udah mau pulang, kesian Baby Zi. Yup, Zian ikut!! Karena Baby Zi emang g bisa ditinggal-tinggal karena masih ASI Eksklusif. Tapi ternyata hujaaaaan dan didepan RS banjir sampe sekitar selutut, jadilah kita terkurung di RS. Untung aja Baby Zi nggak rewel, alhamdulillah.

Saat udah mulai masuk isya', suami dari kakak ipar nengokin anaknya di ruang baby. Daaaan sedih banget waktu tau ternyata baby nya udah dikasih air gula :( padahal waktu udah lahiran kita udah bikin perjanjian ama pihak RS (terutama bidan yg nungguin babynya) kalau nanti si ibu' nggak bisa menyusui ada tantenya yang siap sumbang ASI.

Akhirnya sekitar jam 9 malam, aku diijinkan buat masuk ke ruang baby dan bisa nyusuin babynya kakak ipar, dan karena aku nggak mungkin ada disana setiap saat jadinya juga merah ASInya dan disimpan di botol, supaya babynya nggak dikasih asupan asupan yang aneh-aneh lagi.

Besoknya dapet kabar dari kakak ipar kalo sama dokter spesialis anak yang periksa babynya, ASI yang aku perah nggak boleh dikasihkan karena bisa buat baby malas menyusu langsung ke ibunya. Jadi si ibu harus belajar untuk menyusui dan harus sabar kalau ASInya belum keluar dan harus sedikit tega ke anaknya. Hmmm... agak bingung juga sie mau komentar gimana, karena itu saran dsa nya. Dan akhirnya pas tanggal 2 karena aku belum bisa tengok lagi ke RS dapet kabar kalo ama kakak ipar akhirnya babynya dikasih sufor :(( duuuuuuh, sedih dengernya. Kan ASInya masih ada yang aku perah, kenapa harus dikasih sufor :((

Tapi mau gimana lagi, niatnya bantu... diterima atau tidak ya... kita nggak bisa memaksa.

Itu cerita dari kakak ipar, sedang tanggal 010112  jam 1500 adek ipar juga sudah mulai proses melahirkan, dan aku cuman bisa nungguin sampe jam 2100. Nggak bisa sampe lahiran karena aku sendiri masih capek dan kasihan juga Ziannya.

Baby lahir tgl 020112 jam 00.30an, alhamdulillah normal. Tapi karena ayah dan ibu baby nggak koordinasi sama aku n pihak RS jadinya babynya dikasih sufor :( daaaan ternyata babynya alergi :( Karena lahiran normal, jadinya tanggal 030112 udah boleh pulang. Ayah dan ibu babynya nggak lagi kasih sufor, karena pengennya cuman ASI aja, daaaan ASInya ibu'nya sama sekali nggak keluar, kalaupun keluar dikiiiit banget... jadinya baby sering nangis karena laper :((

Aku udah coba tawarin aku susuin, tapi ayah n ibunya kurang berkenan sampai akhirnya malam pertama baby di rumah nggak bisa tidur semalaman, nangis terus... baru dech besoknya mau aku kasih ASI ku. Sediiiih banget... kenapa nunggu sampe babynya nangis semalaman :((

Jadi sekarang bisa dibilang baby Zi udah punya 2 adek cewek. Adek sepersusuan :)

Alhamdulillah... sekarang para ibu (kakak n adek ipar) ASInya udah mulai keluar banyak :)

Kalau ada yang tanya, apa aku nggak takut ASI ku habis... kan rencananya Baby Zi diberi ASI eksklusif 6bln dan lanjut MPASI sampai 2thn.

InsyaALLAH nggak. Karena "ASI is supply on demand" semakin banyak disusukan, maka akan semakin banyak produksinya, insyaALLAH... amiiiin :) Kuncinya hanya ibu nggak boleh pake acara diet daaaaan harus yakin dan semangat :)



Update perkembangan baby Zi :

- Makin seneng ngoceh... sekarang suaranya seperti aclaaa... menggerakkan lidahnya kalau bicara jadi ocehannya semakin beragam walau belum dalam bentuk kata.

- Makin pinter kalo belajar tengkurap, kadang bisa seperti mau telentang sendiri... tapi teteeeep... kesusahan balikin pant*tnya :))

- Berat badan sekitar 7.5kg, pastinya baru nanti sore timbang + imunisasi :D

- Sekarang mulai ngenyot jempolnya... eeeeh.... g ada yg ngajarin tp kok tiba-tiba bisa aja gitu masukin jempol dengan gampang kedalam mulut, apalagi kalo pas nggak ada yg ajak omong :s Maknya harus waspada dan sering-sering ngelepas kalau udah mulai acara ngenyot mengenyot :))

Wednesday, October 26, 2011

Cinta Laki-laki Biasa

Cinta laki-laki biasa, sebuah cerpen karya Asma Nadia dari buku kumpulan cerpen dengan judul buku yang sama, salah satu cerpen yang udah aku baca sampai beberapa kali. Sebenarnya baca sampai beberapa kali bukan karena nggak ngerti dengan jalan ceritanya... tapi karena begitu suka dengan penuturan yang disampaikan oleh Asma Nadia tentang cinta.

Walau ada saja hal yang kurang sreg sih... karena menurutku cerpen itu masih seperti dongeng, meski nggak menutup kemungkinan peristiwa-peristiwa yang ada dalam cerpen itu ada juga dalam sebuah kenyataan. Bukankah cerita itu ada selain karena imajinasi penulis juga karena pengalaman yang dialami atau mungkin hal-hal yang dilihat oleh penulis, kan?

Aku suka dengan alur ceritanya, bahwa cinta sejati itu... hanya waktu yang akan membuktikan adanya.

Di cerpen ini Asma Nadia juga menunjukkan bahwa masih banyak orang yang menilai sebuah komitmen dari hal-hal yang berbau materi, kesuksesan.

Pasti seringkan mendengar seseorang yang ditanya 'kapan menikah?' dan yang ditanya menjawab 'ntar, kalau sudah mapan.' Nah pertanyaannya... mapan yang bagaimana? memiliki pekerjaan yang sukses? memiliki rumah? memiliki mobil? atau apa?

Menurutku tak ada yang salah dengan jawaban seperti itu, walau itu merupakan jawaban paling klise yang diberikan. :) Bukan karena aku sudah menikah ya, jadi berpendapat seperti itu, karena pertanyaan itu duluuuu juga sempat mampir ke aku ^^ dan jawaban aku, secepatnya!! :)) keliatan banget kalo ngebet yak wkwkwkwkwk

Kembali ke komitmen dan cinta, cieeeee bahasanya... memang dua hal yang sejalan tp juga dengan jalur yang mungkin sedikit berbeda. Komitmen itu biasanya lebih dipandang dengan menggunakan akal/logika, sedang cinta... yaaaaa sudah pada tau lah dipandanganya dari segi perasaan. Tapi ketika hanya cinta tanpa sebuah komitmen atau sebaliknya, sepertinya sebuah hubungan tidak akan berjalan dengan baik.

Komitmen dan cinta ini dalam cerpen cinta laki-laki biasa karya Asma Nadia tampak jelas pada tokoh Nania dan Rafli. Hal materi yang membedakan mereka tak membuat cinta mereka surut, walau keluarga Nania (dalam cerita ini yang lebih kaya) sedikit menentang, dan banyaknya bisik-bisik orang tentang ketimpangan mereka. Dan komitmen Rafli yang mencintai Nania tulus bukan karena hartanya tampak dari Rafli yang tetap bekerja, begitu juga Nania yang selalu berusaha tidak menyinggung perasaan Rafli jika berhubungan dengan harta.

Hingga keadaan berbalik. Ya... Allah maha kuasa, Ia bisa merubah segalanya semudah membalikkan telapak tangan, jika Ia berkehendak!

Komitmen serta cinta Nania dan Rafli diuji, jika awalnya Nania yang "berada diatas" dibandingkan Rafli namun karena satu peristiwa akhirnya Rafli lah yang bisa dikatakan "berada diatas" Nania. Gunjingan dan bisik-bisik orang tak surut karena peristiwa itu, tetapi yang membedakan adalah apa yang digunjingkan. Tapi semua itu ternyata tak menyurutkan komitmen dan cinta Nania, terlebih lagi Rafli.

Menurutku disinilah inti ceritanya, bahwa cinta dan komitmen tidak hanya sekedar yang diucapkan. Tapi membutuhkan pembuktian, dan bukan seperti pemilihan kepala negara atau kepala daerah yang pembuktiannya memiliki batas waktu tertentu, cinta dan komitmen batas waktunya adalah ajal. Ketika menerima seseorang kini, maka apapun yang terjadi nanti (hal terbaik bahkan terburuk) maka jika itu adalah sejati ia tak akan berubah.

Friday, June 24, 2011

Simpati(?)

Ternyata kangen untuk update setiap hari itu ada juga yah :) kemaren sempet pengen mengulang lagi kegiatan update tiap hari, tapiiiii sekali lagi terbentur rasa malas dan sinyal yang benar-benar menguji kesabaran -_-“

Jadi ya, mending lah sekarang udah mulai update lagi walau sekali lagi mungkin hanya seminggu sekali --" dan isinya hal-hal yang tetep aja sie dari dulu, nggak penting :))

Tadinya mau cerita tentang tingkah polah BabyZi yang terbaru :D tapi kan niatnya sebulan sekali, tapi emang loh… banyak hal yang ternyata sangat amat menarik yang pengen di share disini :p tapi entar lah ya mungkin awal bulan depan aja :D

Sekarang lagi pengen nulis tentang sharing secara nggak sengaja sama anyin, melalui jejaring yang namanya twitter. Kenapa aku bilang secara nggak sengaja, karena aku awalnya cuman maen samber aja dari twit yang dibuat anyin pagi itu, dan akhirnya tercipta sedikit “percakapan” dan sama anyin dibilang sebagai sharing indah di pagi hari :)

Twit anyin itu mungkin intinya tentang “Kepada siapa kita bisa share masalah kita?”
Pendapat dari anyin : bahwa orang yang terbaik yang mengerti pahitnya hidup kita adalah orang yang juga mengalami kepahitan yang sama. Orang yang hidupnya bahagia-bahagia saja biasanya akan salah tanggap atau menilai kita dengan salah, egois. Pengennya dimengeri tapi nggak mau mengerti. Mereka biasanya melupakan fakta bahwa mereka nggak tau rasanya terjatuh telak, jadi jangan berharap banyak untuk bisa sharing beban kita kepada orang ini.” #to Anyin : tolong ralat kalau ada yang salah yah -_-?#

Dan aku awalnya manggut-manggut aja sie :) dan kemudian nge-reply : kadang ada juga yang mencoba bersimpati tapi dengan cara yang salah :)

Memang nggak mudah berbagi tentang apa yang sedang kita rasakan pada orang lain, karena belum tentu mereka akan benar-benar mampu merasakan apa yang sedang kita rasakan, walau pasti ada beberapa orang yang bilang “aku ngerti kok apa yang kamu rasakan” Aku sendiri bahkan kadang nggak akan percaya kalau ada orang yang bilang gitu, walau mungkin aku sendiri tau dia pernah merasakan keadaan yang jauh beda dengan yang aku alami, tapiiiii tetep situasi berbeda, keadaan berbeda daaaaaan sekarang ama dulu itu jelas berbeda :)

Aku membaca satu buku, judul “Remember When” #eh, jadi keinget belum buat reviewnya -_-”# dan disitu sepertinya ada hal yang bisa menggambarkan tentang apa yang sedang aku tulis.

Seorang anak laki-laki kehilangan ibunya, dan ia merasakan kehilangan yang amat sangat. Rasa kehilangan yang baginya tidak akan ada yang bisa mengerti bahkan sahabat-sahabat terdekatnya, bahkan pacarnya sekalipun. Ia justru tersiksa berada didekat mereka, bukan karena ia masih merasa kehilangan tetapi justru karena perhatian dari mereka, tatapan yang memandang dengan rasa kasihan, khawatir, dan bersimpati. Dia justru merasa tersiksa oleh semua itu.

Ia justru merasa tersiksa dengan semua itu, dan ia lebih bisa dekat dengan seseorang yang memperlakukannya dengan biasa saja, tanpa tatapan yang berbeda, bahkan mungkin ia mendapati bahwa orang tersebut juga merasakan apa yang ia rasakan tanpa harus bilang secara langsung. Ia hanya merasakan itu dari tatapan yang juga memiliki kekosongan yang sama karena memang ya… orang itu pernah mengalami kehilangan yang sama dengan dirinya.

Satu hal yang bisa aku ambil dari sharing sama anyin itu, yaitu selain kita emang harus pinter cari orang yang bisa menjadi temen sharing tentang permasalahan kita, tentang perasaan kita, disitu kita juga belajar bagaimana menjadi teman yang baik bagi orang lain yang sedang menghadapi masalah :)

Menempatkan diri pada posisi orang lain memang tidak mudah, tapi dengan mencoba terlalu peduli kadang juga bukan pilihan yang baik. Bahkan ada saatnya dimana kita lebih baik menjauh saat ada sahabat yang sedang tertimpa masalah, hanya pastikan kita tetap ada #nah looooh, mbulet kaaaan :p# Saat seseorang membutuhkan kita, hanya perlu kita pastikan bahwa ketika ia membutuhkan kita, kita ada untuk dia. :D

Thx Anyiiiiin, jadi punya bahan update nie :)

Wednesday, June 22, 2011

Satu peringatan indah.

Peringatan, jika mendengar kata itu maka satu hal yang teringat adalah hari-hari atau tanggal penting suatu kejadian, entah itu yang berkaitan langsung dengan diri atau yang tidak langsung. Seperti misal peringatan hari lahir, peringatan hari pernikahan, peringatan hari kemerdekaan.

Peringatan juga memiliki arti sebagai teguran atau nasihat. Secara umum, peringatan memang berhubungan dengan waktu, tapi lebih tepatnya suatu kejadian. Bisa saja kita tidak ingat kapan kejadian itu berlangsung tetapi kejadian itu bergitu berkesan sehingga membuat kita selalu teringat, maka jika tidak ingat tanggal kejadian apakah maka tidak dapat memperingatinya sebagai peringatan tertentu?

Banyak hal terjadi, dan menjadi sebuah peringatan seiring berjalannya waktu. Dan tak semua itu dapat dengan jelas kapan terjadinya, tapi ia begitu berarti sehingga setiap mengingatnya seakan itu menjadi peringatan tersendiri.

Seperti ketika suatu malam aku karena sedang tidak enak badan tidur dengan ibuku, dan mendapatinya tengah malam ia berdoa dan menangis. Samar-samar aku mendengar banyak nama ia sebut dalam doanya, salah satunya aku, dan ketika isaknya yang ia tahan semakin terdengar yaitu ketika ia berdoa untuk bapak. Begitu tulus pintanya ditengah isak tangisnya, walau aku tau mungkin tak pernah ada orang lain yang akan tau tentang ini. Tapi saat itu, seakan menjadi peringatan untukku, bahwa cinta yang tulus tak perlu diumbar, kadang dalam sebuah doa ditengah malam untuk orang yang telah begitu menyakiti kita, itu lebih dari segalanya.

Itu adalah salah satu peringatan indah secara tak langsung dari ibuku. Membenci akan membuat kita semakin terluka, tapi dengan memaafkan dan mendoakan membuat kita lebih tenang menjalani hari esok. Hal yang mungkin sederhana tetapi tinggal bagaimana kita mengambil hikmah dari semua yang terjadi. :)

Alhamdulillah, terima kasih ibu untuk peringatan indahmu.


Artikel ini diikutkan dalam Acara Satu Kata

Monday, June 20, 2011

sebuah pilihan

merubah pola pikir atau sebuah cara pandang itu gampang-gampang susah dan susah-susah gampang :) karena akan sering membentur pada sisi egoisme diri, atau gengsi atau mungkin sisi difensif terhadap luka, karena tak ada kan orang yang ingin terluka :D

pernah tau kata-kata ini?

- cinta tak harus memiliki
atau
- cinta bukanlah cinta, sebelum kau mampu untuk melepasnya pergi
atau
- jika kamu mencintainya, kamu akan ikut berbahagia ketika melihatnya bahagia walau mungkin bukan dirimu yang berada disisinya
atau yang paling jamak / sering didengar
- kalau jodoh... pasti nggak akan kemana :s

mungkin, kalimat diatas ada benarnya, tetapi kadang bagiku itu hanya sebuah rangkai kata penghiburan saat hati mulai terluka karena cinta yang ternyata bertepuk sebelah tangan :p

dan baru-baru ini juga mendapati kalimat senada tetapi sedikit berbeda :

- ketika cinta berorientasi pada keinginan untuk memberi (kasih sayang) maka perih luka karena cinta yang tak terbalas akan lebih mudah diminimalisir tetapi ketika cinta berorientasi pada keinginan untuk memiliki, maka pada akhirnya hanya perih luka yang akan didapatkan (dari salah satu status MT, dng sedikit aku edit)

memang sie, bagi semua orang cinta yang indah adalah ketika kita dicintai oleh orang yang juga kita cintai - ada sebuah timbal balik :)

tapi ketika ada pertanyaan : mana yang lebih penting, mencintai atau dicintai?

dulu, aku pernah memberikan pilihan... dicintai

dengan alasan, ketika kita dicintai kita bisa memaksa diri kita untuk belajar membalas cinta itu

sedang jika mencintai, kita tidak bisa memaksa orang lain untuk membalas cinta kita :s

dan pertanyaan baru muncul dari jawabanku itu :
menerima cinta yang ditawarkan/diberikan, tetapi tak ada cinta yang juga seharusnya diberikan pada ia yang mencintai kita, apakah itu adil?

mendapati seseorang berpura-pura mencintai kita (sepertinya) jauh lebih menyakitkan daripada cinta kita yang ditolak
karena itu bukan cinta, tetapi rasa kasihan

nah, disini kita harus tanya ama diri kita
apa yang sebenarnya kita inginkan?
cinta? atau balasan cinta?

perbedaannya sedikit memang, tp sebenarnya sangat beda besar maknanya

mungkin ada yang berkata "hidup, akan berwarna dengan cinta"
sepertinya ada yang harus ada ralat sedikit dari pernyataan itu
"hidup akan berwarna jika cinta terbalaskan" :p

pemikiran kita selama ini sebenarnya adalah bahwa ternyata yang selama ini kita inginkan adalah balasan cinta, karena cinta itu sendiri sebenarnya sudah kita miliki... dan keinginan kita selanjutnya adalah balasannya.

yah itu, dan sepertinya sekarang ketika harus diubah menjadi :
jika memang yang diinginkan adalah cinta
maka cinta itu sudah kita miliki
entah terbalas atau tidak
dan pilihan kita untuk mempertahankannya atau melepasnya dari diri kita
ketika cinta itu tak terbalaskan

bahwa seharusnya kebahagiaan itu telah ada karena kita memiliki cinta
bukan karena adanya balasan cinta kan?

maka kalimat ini akan tepat ketika kita sudah mengubah cara pandang
bahwa kebahagiaan ada ditangan kita, bukan ditangan ia yang kita cintai
bahagia itu pilihan kita :)

#walau emang susah sie ketika cinta tak terbalaskan#
#teteup :D#

for my friends yg masih menunggu balasan cinta :p

Thursday, April 21, 2011

Fiksi.

Beberapa waktu belakangan, setelah mencetak sebuah buku dengan nama aku sebagai pengarang... entah kenapa justru kegiatan tulis menulis ku sedikit berkurang, dan lebih sering memang baca buku. Liat aja beberapa bulan terakhir, jumlah postingan seperti menurun dengan drastis -_-"

Tapi bukan berarti aku memutuskan berhenti menulis, oh tentu tidak. Karena membaca dan menulis seperti satu hobi yang nggak mungkin lepas dari aku, kecuali kemampuanku untuk itu mau tak mau diambil yang punya yah, semoga tidak he he...

Dan tentang menulis cerpen, aku masih sesekali menulis tapi entah kenapa kebanyakan seperti tidak selesai >,< tapi akhir-akhir ini alhamdulillah udah mulai sering nulis sampai rampung... sapa tau bisa jadi buku kedua yah ^^

Dan ini salah satu fiksi yang rampung itu, idenya dari sebuah percakapan dan lagu yang lagi sering aku dengarkan. Belum ada judul, ada ide sahabat?

*** *** *** *** *** ***

“Adakah cinta yang benar-benar tulus?”

Pertanyaan itu tiba-tiba saja meluncur dari mulut seorang teman yang sejak ia datang kerumah dan memasuki kamarku, langsung tidur disampingku, dan kemudian hanya diam. Aku yang sudah biasa dengan kelakuannya ini akhirnya hanya melanjutkan aktivitas membacaku. Dan setelah dia bertanya dan kembali hanya diam, aku cuman bisa bengong, dan menurunkan buku yang sedang aku baca.

“Kamu sudah baca bagian ‘Malaikat Juga Tahu’ kan?”

Yah waktu itu sedang membaca buku Dewi “Dee” Lestari, Rectoverso, untuk kesekian kalinya. “Sudah, tapi aku lebih suka yang ‘Hanya Isyarat’ dan ‘Firasat’, walau secara keseluruhan memang menarik. Lantas apa hubungannya dengan pertanyaanmu tadi?”

“Ya, dari berbagai cerita entah itu film, buku, atau sekedar cerita pasti cinta yang benar-benar tulus sepertinya datang dari orang yang kita anggap tidak sempurna.”

“Maksud kamu?”

“Hmmm. Kamu pernah nonton film I am Sam, kan? Dan pasti juga masih ingat cerita ‘Malaikat Juga Tahu’ dibuku itu.” katanya sambil memandang buku yang sedang aku pegang, sebelum aku sempat berkomentar ia berkata lagi, “Dua kisah yang sedikit berbeda, tetapi punya makna yang serupa. Mereka yang kita anggap tidak ‘sempurna’, bisa memiliki ketulusan cinta yang begitu dalam, yang biasa kita cari pada orang yang ‘sempurna’, dan ketika kita mencari pada orang yang ‘sempurna’ sering kali yang kita dapati adalah kekecewaan.”

Ah, aku mengerti sekarang. Gadis dihadapanku ini memang sedang mengalami kekecewaan, ditinggalkan oleh kekasihnya yang telah memberi dia harapan begitu besar. Tetapi ternyata ujung perjalanan mereka, hanya ada torehan luka yang dalam bagi dia. Sudah hampir satu tahun, walau kini dia tampak lebih baik daripada awal-awal dia mengalami kekecewaan itu tapi aku tau, dia masih belum benar-benar bisa melupakan apa yang ia alami. Mungkin juga ia takkan bisa melupakannya, entahlah.

“Hmmm… mungkin benar apa yang kamu bilang, tapi bukan berarti kita akan selalu menemui kekecewaan seperti itu. Kadang mungkin orang yang ‘sempurna’ lebih mampu menutupi betapa tulus cinta yang ia punya.” Sebenarnya aku setuju dengan apa yang diucapkannya tetapi aku juga tak ingin ia begitu pesimis memandang cinta.

Kami kembali diam, seperti sibuk dengan pikiran kami masing-masing. Entah apa yang ada dipikirannya, sedang aku sedikit berpikir bagaimana memberi ia optimisme tentang cinta, sedang kadang aku sendiripun merasa pesimis tentang mencari ketulusan itu. Apakah ada orang yang akan memberikan cintanya padaku, sebesar cinta yang aku berikan? Sedang kata orang, cinta yang tulus tidaklah mengharapkan balasan. Benarkah aku sendiri tak memiliki ketulusan cinta?

“Kamu pernah dengar? Orang buta kadang lebih bisa melihat segalanya daripada mereka yang bisa melihat. Karena mereka melihat dengan hati. Orang yang tuli kadang lebih bisa menerima segala hal dengan mudah, karena mereka bisa menyaring apa yang ingin mereka tahu tanpa harus peduli dengan omongan yang tidak baik. Orang bisu, mereka akan menjadi pendengar yang baik, dan melakukan segala hal tanpa banyak bicara dan lebih baik daripada kita yang kadang lebih banyak bicara daripada bertindak. Dan orang autis, mereka lebih memiliki ketulusan cinta walau mungkin mereka tak mampu mengungkapkannya secara terang-terangan. Apakah kita harus tidak sempurna untuk dapat menjadi lebih baik?”

Ini yang aku senang jika sedang berada didekatnya, kadang ia melontarkan pertanyaan atau pernyataan yang diluar dugaan, yang kadang tidak terpikirkan.

“Hmmm… mungkin bukan begitu bekerjanya. Mungkin itulah keistimewaan mereka. Membuat kita yang merasa ‘sempurna’ ini kembali melihat kesempurnaan kita. Benarkah kita ‘sempurna’? Kita akan menyadari bahwa tidak, kita tidak ‘sempurna’ walau kita terlihat ‘sempurna’ dibanding mereka. Itu lah istimewanya mereka, kita bisa belajar dari keistimewaan mereka.”

“Dan, tentang cinta…..” kali ini kalimatnya terasa begitu menggantung, entah ia ingin bertanya atau ingin memberikan satu lagi pernyataan.

Beberapa saat aku menunggunya melanjutkan kalimatnya, tetapi ia hanya diam.

“Tentang cinta, jika tentang cinta yang universal mungkin akan kita dapati banyak contoh cinta yang tulus. Ibu terhadap anaknya, itu satu kepastian. Tetapi tentang cinta sepasang anak manusia, aku hanya yakin, ALLAH pasti berikan kita pasangan yang akan mencintai kita dengan tulus.” Itu yang langsung terlintas dibenakku saat ia akhirnya memang hanya diam.

Aku mendengar helahan nafasnya yang panjang, sebelum akhirnya ia berucap, “Ya, dan kadang kita tak dapat melihat itu hanya karena cinta itu datang bukan dari orang yang kita inginkan, dan orang yang kita inginkan adalah orang yang telah mengecewakan kita.”

Sekali lagi aku hanya bisa terhenyak dengan kalimat terakhirnya. Karena ya, akupun pernah merasakannya. Banyak cinta yang ditawarkan, tetapi bukan itu yang dimau, hanya cinta satu orang yang aku mau, ia yang telah melukai aku tapi tak mampu menghapus rasa cintaku padanya.

Benarkah, kita terlalu sering melihat pintu yang tertutup hingga kita tak mampu melihat ada pintu lain yang terbuka untuk kita?

*** *** *** *** *** *** 

Tentang giveaway "kita berbagi" ada yang minta untuk ditambahin waktunya.... dikasih nggak yaaaaaa.... #mikirtingkattinggi

Wednesday, April 20, 2011

Tong Sampah?

Beberapa waktu lalu, seorang temen tanya. "Kalau kamu buat cerita itu dari pengalaman pribadi kah? Kok kadang isinya ngena banget."

Mungkin ada sebagian cerita yang memang murni dari pengalaman pribadiku sendiri, tetapi juga ada beberapa cerita yang aku angkat dari sebuah percakapan atau curhatan beberapa sahabat.

Lantas temen aku tanya lagi, "apa enaknya jadi tong sampah gitu. nambah beban pikiran aja."

Hmmm... waktu dia bilang begitu sie, aku cuman bisa senyum. Dan akhirnya aku juga bertanya-tanya sendiri, apa enaknya jadi tong sampah?

Ah... menjadi seorang pendengar, itu memang kadang tidak mudah. Terlebih jika ternyata mood kita sedang tidak baik -_-" Tapi kadang, ketika hanya itu yang bisa kita lakukan untuk seseorang, secara tidak langsung itu membuat kita merasa, ah... ternyata kita berarti juga :)

Selain itu, pernah nggak saat teman kita cerita tentang masalahnya dan meminta pendapat kita, secara spontan kita memberikan pendapat kita, dan setelah dipikirkan kembali... ah... seharusnya kata-kata yang aku ucapkan tadi juga tepat mengenai sasaran diulu hatiku sendiri.

Ada satu hal lain yang kadang aku rasakan, yaitu ketika aku mendengarkan cerita seorang teman tentang masalahnya, entah itu masalah ringan atau berat, tetapi disatu titik aku mendapati... ah... ternyata aku nggak sendiri. Ada banyak orang lain yang ternyata bisa bernasib sama atau mungkin lebih parah dari aku.

Hal terakhir itu, kadang terlihat juga saat mempublish sebuah cerpen, dan kemudian ada yang berkomentar "persis seperti apa yang terjadi sama aku!" atau "aku juga sedang merasakannya"

Kadang ketika kita tertimpa sebuah masalah, kadang kita merasakan sendirian. Yup, terlebih jika berhubungan dengan kehilangan seseorang. Kita seakan tak dapat merasakan lagi kasih sayang yang banyak disodorkan oleh orang-orang disekeliling kita, hanya karena bukan itu yang kita cari.

Tapi dari semua yang ada, satu yang pasti kita sebenarnya tidak sendiri. Apa yang kita rasakan adalah hal yang wajar, yang bisa juga terjadi pada orang lain. Dan itu juga memberi kita pelajaran untuk tidak mengecilkan masalah yang mungkin diceritakan pada kita, karena kita tidak diposisi mereka dan mungkin saja kita akan lebih parah dari mereka ketika kita menghadapi masalah yang mungkin sama.

Kita tidak pernah sendiri, itu saja. Karena jika seakan tidak dapat lagi mampu merasakan kasih sayang yang ditawarkan untuk kita, ingat saja bahwa semua itu dari ALLAH yang selalu memberikan yang terbaik untuk kita dan itu semua adalah kasih karuniaNya. ^^

Oia, give away "kita berbagi" waktunya semakin mepet loooooh :p Pengen diperpanjang, tp koooook gimana gitu :) Dari daftar yang masuk udah ada 10 pendaftar, apa dimenangin semua ya hihihi

Thursday, April 14, 2011

Hujan dan sebuah kalimat.

Hari ini, awalnya langit begitu tampak cerah. Matahari seolah tak tergeser, walau tak terlampau terik seperti biasanya. Tetapi ketika menit berganti, ternyata matahari terlindung oleh awan putih, pekat. Dan akhirnya, hujan.

Siang ini, masih jam 12 siang tapi sudah seperti jam 5 sore. Dan satu hal yang menyenangkan jika hujan turun di siang hari. Dingin, tapi yang tidak sampai membuat menggigil atau harus meringkuk didalam selimut tebal. Hanya dingin.

Awalnya pengen nonton film-film hollywood yang romantis gitu kan pas banget tuch suasananya, tetapi akhirnya film yang terpilih adalah Faster ^^ dibintangi oleh The Rock (lupa nama aslinya)

Film tentang balas dendam >,< tetapi kemudian hampir diakhir film, ada satu kalimat yang erm... bikin aku dan temanku seperti tertampar.The Rock yang akan membalas dendam, membunuh satu persatu orang yang ada didaftar pembunuh adiknya.

Hingga ia akan membunuh orang terakhir dalam daftar yang ternyata sudah merubah hidupnya menjadi lebih baik. Dari seorang anggota genk menjadi seorang penyebar agama dan memiliki beberapa anak asuh.

Sebelum The Rock membunuh orang terakhir ini, terjadi percakapan antara mereka. Dan satu kalimat yang dilontarkan The Rock yang bikin itu tadi... merasa tertampar -_-"

You turned your life around. Doesn't change what you did.

Bagaimanapun kau mengubah hidupmu,
kamu tak dapat mengubah apa yang telah kamu lakukan.

Itu mengapa kita harus benar-benar berbuat sebaik mungkin sejak sekarang, bukan menunggu nanti. Karena apapun hal baik yang kita lakukan nanti, jika sekarang kita sudah melakukan sesuatu yang mengecewakan, semuanya tak akan mampu merubah apa yang sudah kita lakukan.

Semoga kita selalu melakukan yang terbaik, disetiap saat yang kita miliki. Hingga tak ada suatu penyesalan dikemudian hari (amin)

Oia.... jangan lupa yah... ikutan giveaway "kita berbagi" buat seperti review buku/film baru atau lama terserah ^^

Tuesday, February 22, 2011

Mencintai.

Mau bahas valentine nie, udah telat yah :)) tp nggak apa dech… daripada nggak ada tau mau update apaan >,< lagian ini bukan mau ngebahas apa yang aku lakuin pas valentine kemaren (emang nggak ngapa-ngapain, nggak pernah ikut ngerayain tp ngerayain yang laen sie :p)

Terus apa yang mau dibahas?

Kemaren waktu bahas salah satu film, ada komentar dari Anyin, adekku yang imut. Dikomentarnya dia bilang, coba nonton film “Valentine’s Day” mba’. Sebenarnya aku udah punya DVD film ini dan pernah nonton tapi kalo nggak salah nontonnya sama temen dan berakhir dengan ketiduran :D

Monday, February 14, 2011

Tak mudah.

Akhir-akhir ini melihat tentang kepergian Adji Masaid dan bagaimana Angelina Sondakh yang ditinggalkan seakan ikut larut dalam dukanya. Ah... entah mengapa jadi mellow >,< #agak telat juga sie posting ini, tp tak apalah :)

Menerima sesuatu yang tak kita inginkan, menjalani beberapa hal yang tak sesuai dengan rencana kita... memang tak mudah.

Ketika berada diposisi tersebut beberapa orang yang ada disekitar kita akan berkata, "yang sabar..." atau "serahkan semua ke dalam tanganNya" atau kalimat penguat lainnya agar kita tetap mampu menerima dan menjalani.

Aku sendiri sering berkata atau menuliskan, "sabar dan ikhlas... sesuatu yang tak semudah mengucapkan atau menuliskannya tetapi bukan berarti tak mampu untuk mengusahakannya" Kadang kita memang masih bisa mengusahakan sesuatu sesuai dengan ingin kita dan dibutuhkan kesabaran ekstra yang untuk mendapatkannya, sabar yang tentu saja tidak hanya berpangku tangan... tetap berusaha walau tetap hasil akhir kita serahkan padaNya.

Tapi juga ada dimana suatu masa kita hanya bisa menerima, mau tak mau... tak lagi berbuat apa-apa. Selain sabar juga harus ikhlas bahwa apa yang kita inginkan tak lagi dapat terwujud nyata. Tak mudah, sungguh itu tak mudah. Tapi bukan tak mungkin >,<

Entah kenapa juga akhir-akhir ini suka banget dengerin lagu lama ini :



And all the broken hearted people living in the world agree,
there will be an answer, let it be.
For though they may be parted there is still a chance that they will see,
there will be an answer. let it be.

Let it be, let it be,let it be, let it be.
there will be an answer, let it be.

Satu kalimat yang tiba-tiba terlintas beberapa waktu lalu :
Allah tidak sedang mengukur kekuatan hambaNya melalui cobaan yang diberikan, karena Allah maha tahu akan kekuatan hambaNya... Allah hanya menunjukkan pada hambaNya bahwa ia mampu menghadapi apa yang diberikan ^^

keep smile dear all ^^