banyak lagu yang dapat digunakan untuk menggambarkan rasa rindu...
atau mungkin kadang cukup dengan bilang : kangen!
tapi....
ada saatnya begitu merasa sepi, dan hanya hadirmu dan pelukanmu sebagai obatnya... ;)
*rindu setengah mati*
u/ 'arai'ku :D
Friday, February 12, 2010
Tuesday, February 9, 2010
tentang AYAH!
Ayahku… tetap ayah nomer satu diseluruh dunia!!
Udah nonton sang pemimpi kan???
Film yang didedikasikan untuk ayah2 nomer satu bagi mereka2 orang2 hebat itu!
Tapi aku nggak sedang ingin bercerita tentang film itu… *udah pernah kan?*
Aku ingin berbagi tentang ayah…
yah… AYAHKU!

Sejak kecil…
ayahku adalah orang yang paling aku takuti…
lebih dari aku takut pada ibu…
walau setelah diingat-ingat…
aku lebih banyak menangis karena ibu…
Bukan apa-apa sie…
aku menangis karena ibu itu, maksudnya
ibu… lebih banyak menghadiahiku cubitan dipaha
yang rasanya yaowooooooh sakiiiiiiit!!!
dan pastinya aku pasti menangis setelah mendapatkan hadiah itu
Back to ayah!!
ayah… seingatku nggak pernah memukul aku…
tapi cukup dengan suaranya yang keras dan berat...
sudah bisa membuat aku mengkeret ketakutan…
hahaha… sebegitu dahsyat suara ayahku!!
Aku… dari dulu jarang banget ngobrol sama ayah
selain karena ayah yang memang jarang dirumah
tapi mungkin juga karena takut itu…
Ketakutan itu… pasti tak serta merta datang begitu saja
pasti ada sebab!
dan salah satu sebabnya adalah cerita mereka yang juga takut pada ayah
semua ponakan ayah yang tinggal dirumah kami
dan pastinya kakak yang sudah merasakan kediktaktoran ayah
*ini istilah mereka loh*
Ayah… memang hidup dijaman yang serba keras
jaman g enak kata ibu… :)
dengan didikan keras dari ayahnya yang seorang pejuang
dan ayah menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga
Keluarga kami sebenarnya keluarga kecil
Ayah, Ibu, Kakak, dan aku
tetapi… dirumah… menjadi keluarga besar
karena banyak saudara yang tinggal bersama kami
dan itu menyenangkan!
Banyak cerita tentang bagaimana jika ayah marah…
misal dari kakak…
ia pernah disobek semua buku sekolahnya dan dibuang kejalanan depan rumah
hanya karena ia ketahuan pacaran!!!
whuuuuus… yup… ayah nggak suka anak2nya pacaran sebelum waktunya
dan kapan waktunya… yah hanya ayah dan Tuhan yang tahu :D
Sejak kecil… aku selalu rebutan kalo masalah perhatian dari ayah
dengan seorang anak laki-laki, salah satu saudara tiriku
umur kami hanya bertaut 1 tahun
dan aku merasa harus bersaing untu mendapatkan perhatian dari ayah
Semisal… jika tuch anak minta gendong, aku nggak akan mau kalah
aku akan minta gendong disisi lain ayah
jadi akan sering terlihat ayah menggendong 2 anaknya
secara bersamaan dikanan dan dikiri
atau ketika ayah pulang kerja… aku akan dengan cepat berlari
dan duduk dipangkuan ayah… berusaha menguasai semua pangkuan itu!!
Hahahahaha… kalau diingat sekarang…
semua itu menjadi sesuatu yang lucu… dan entah mengapa aku dulu melakukannya
Beranjak sekolah…
satu hal yang aku suka dari ayah…
sepelit-pelitnya ayah jika aku minta mainan
tapi untuk urusan sekolah,
ayah akan mengusahakan untuk mendapatkan apa yang aku mau
Ayah… hanyalah seorang pensiunan…
dan harus menghidupi begitu banyak kepala…
tapi untuk urusan sekolah dan makan,
ayah akan berjuang agar kami tak merasa kekurangan
Ayah… bagiku kurang begitu ekspresif
tentang sayang, cinta… atau bahagia… hehehe…
yah… walau pastinya aku sering melihat ayah bercanda…
tapi kadang menurutku kurang ekspresif ketimbang waktu ayah marah :D
mungkin karena aku nggak pernah mendengar ayah mengucapkan “I LOVE U” kaleee yah hehehe
yah… mungkin seperti itulah lelaki *yg cecowok yang pada ngelirik silet gt napah :D*
Banyak hal yang kadang kurang aku suka yang dilakukan oleh ayah
tapi aku juga sadar… itu ayah lakukan dengan alasannya sendiri
walau kadang mungkin terlihat egois
tapi semua pasti dengan pertimbangan…
Dulu… mungkin aku sempat mengeluh dengan cara didik ayah
yang lebih cenderung keras dan sepertinya jauh dari kata demokratis
semua harus sesuai dengan keinginan ayah!
Tapi… sekarang, banyak hal aku dapat dari ayah
dari cara didik ayah…
dari cara ayah menunjukkan sayangnya…
Ayah…
sudah menjadikan aku orang yang nggak gampang menyerah
ketika aku menginginkan sesuatu…
berusaha dengan kemampuanku sendiri…
Semua itu karena ayah,
tidak dengan mudah memberikan apa yang aku inginkan
mungkin ketika kecil jika aku ingin jajan atau mainan
ayah dengan mudah memberikannya
tapi ketika aku beranjak besar *sepertinya dari SD*
dan harus bisa mengerti mana yang ingin dan mana yang butuh
ayah mulai susah memberikan apa yang kuinginkan
ayah selalu member alasan
untuk menunda memberikan secara langsung apa yang aku minta
alasan paling fav ayah sie : “nunggu ada uang!”
jika ayah udah bilang gitu, yah… aku hanya bisa manut…
akhirnya kalo udah ngebet ya harus nabung dari uang jajan…
dan ketika aku bisa mendapatkan barang itu tanpa harus minta pada ayah…
ada rasa bangga tersendiri… dan satu lagi jadi bisa ngeman!
Ayah…
sudah menjadikan aku orang yang nggak gila akan pujian
dan melakukan sesuatu bukan karena ingin dilihat orang lain
melakukan sesuatu karena memang itu harus kulakukan
Yah… dari kecil ayah adalah orang yang paling pelit dengan pujian
ketika aku belum masuk sekolah… aku sudah pandai berhitung…
mampu menghafal angka 1 sampai 20 ketika anak2 seumuranku belum bisa
semua orang memuji dan mamandang kagum
tapi tak pernah ada pujian dari ayah…
begitu juga waktu SD,
aku ingat waktu kelas 2 ulangan kenaikan kelas *apalah namanya lupa*
aku mendapatkan nilai 100, sempurna, untuk ulangan matematika
dan ayah hanya menanggapi dengan… “hmmmm...” Ketika aku menunjukkan hasilnya
atau waktu SMP aku mendapatkan juara yang tak penah lolos dari angka 3
tak sekalipun pujian dari ayah
Kadang memang ada sedikit rasa sakit hati…
karena merasa perjuangan kita kurang begitu dihargai
tapi… karena itu juga aku nggak terlalu perduli dengan pujian orang
dulu… mungkin aku begitu mengharap pujian dari ayah
tapi sekarang… aku cukup puas dengan rasa bangga pada diri sendiri
karena toh, aku memang harus melakukan itu
dan aku harus melakukannya dengan kemampuan terbaikku
karena aku butuh, bukan karena agar nanti orang lain memujiku
Ah… banyak hal aku dapatkan dari ayahku
Ayah… mungkin akhirnya menjadi salah satu peganganku mencari calon suami
dari sosok ayah… aku tau suami seperti apa yang aku inginkan
walau mungkin akan menjadi terlalu muluk jika aku menyebutkan kriteria-kriteria
tapi setidaknya, ada beberapa hal dasar yang aku inginkan kelak ada pada suamiku :D
Yah… ayahku memang bukan seorang ayah yang sempurna
*ayah juga manusia kan???*
tapi yang pasti ayahku… tetap ayah nomer satu didunia! :D
LOVE U PAP!
Udah nonton sang pemimpi kan???
Film yang didedikasikan untuk ayah2 nomer satu bagi mereka2 orang2 hebat itu!
Tapi aku nggak sedang ingin bercerita tentang film itu… *udah pernah kan?*
Aku ingin berbagi tentang ayah…
yah… AYAHKU!

Sejak kecil…
ayahku adalah orang yang paling aku takuti…
lebih dari aku takut pada ibu…
walau setelah diingat-ingat…
aku lebih banyak menangis karena ibu…
Bukan apa-apa sie…
aku menangis karena ibu itu, maksudnya
ibu… lebih banyak menghadiahiku cubitan dipaha
yang rasanya yaowooooooh sakiiiiiiit!!!
dan pastinya aku pasti menangis setelah mendapatkan hadiah itu
Back to ayah!!
ayah… seingatku nggak pernah memukul aku…
tapi cukup dengan suaranya yang keras dan berat...
sudah bisa membuat aku mengkeret ketakutan…
hahaha… sebegitu dahsyat suara ayahku!!
Aku… dari dulu jarang banget ngobrol sama ayah
selain karena ayah yang memang jarang dirumah
tapi mungkin juga karena takut itu…
Ketakutan itu… pasti tak serta merta datang begitu saja
pasti ada sebab!
dan salah satu sebabnya adalah cerita mereka yang juga takut pada ayah
semua ponakan ayah yang tinggal dirumah kami
dan pastinya kakak yang sudah merasakan kediktaktoran ayah
*ini istilah mereka loh*
Ayah… memang hidup dijaman yang serba keras
jaman g enak kata ibu… :)
dengan didikan keras dari ayahnya yang seorang pejuang
dan ayah menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga
Keluarga kami sebenarnya keluarga kecil
Ayah, Ibu, Kakak, dan aku
tetapi… dirumah… menjadi keluarga besar
karena banyak saudara yang tinggal bersama kami
dan itu menyenangkan!
Banyak cerita tentang bagaimana jika ayah marah…
misal dari kakak…
ia pernah disobek semua buku sekolahnya dan dibuang kejalanan depan rumah
hanya karena ia ketahuan pacaran!!!
whuuuuus… yup… ayah nggak suka anak2nya pacaran sebelum waktunya
dan kapan waktunya… yah hanya ayah dan Tuhan yang tahu :D
Sejak kecil… aku selalu rebutan kalo masalah perhatian dari ayah
dengan seorang anak laki-laki, salah satu saudara tiriku
umur kami hanya bertaut 1 tahun
dan aku merasa harus bersaing untu mendapatkan perhatian dari ayah
Semisal… jika tuch anak minta gendong, aku nggak akan mau kalah
aku akan minta gendong disisi lain ayah
jadi akan sering terlihat ayah menggendong 2 anaknya
secara bersamaan dikanan dan dikiri
atau ketika ayah pulang kerja… aku akan dengan cepat berlari
dan duduk dipangkuan ayah… berusaha menguasai semua pangkuan itu!!
Hahahahaha… kalau diingat sekarang…
semua itu menjadi sesuatu yang lucu… dan entah mengapa aku dulu melakukannya
Beranjak sekolah…
satu hal yang aku suka dari ayah…
sepelit-pelitnya ayah jika aku minta mainan
tapi untuk urusan sekolah,
ayah akan mengusahakan untuk mendapatkan apa yang aku mau
Ayah… hanyalah seorang pensiunan…
dan harus menghidupi begitu banyak kepala…
tapi untuk urusan sekolah dan makan,
ayah akan berjuang agar kami tak merasa kekurangan
Ayah… bagiku kurang begitu ekspresif
tentang sayang, cinta… atau bahagia… hehehe…
yah… walau pastinya aku sering melihat ayah bercanda…
tapi kadang menurutku kurang ekspresif ketimbang waktu ayah marah :D
mungkin karena aku nggak pernah mendengar ayah mengucapkan “I LOVE U” kaleee yah hehehe
yah… mungkin seperti itulah lelaki *yg cecowok yang pada ngelirik silet gt napah :D*
Banyak hal yang kadang kurang aku suka yang dilakukan oleh ayah
tapi aku juga sadar… itu ayah lakukan dengan alasannya sendiri
walau kadang mungkin terlihat egois
tapi semua pasti dengan pertimbangan…
Dulu… mungkin aku sempat mengeluh dengan cara didik ayah
yang lebih cenderung keras dan sepertinya jauh dari kata demokratis
semua harus sesuai dengan keinginan ayah!
Tapi… sekarang, banyak hal aku dapat dari ayah
dari cara didik ayah…
dari cara ayah menunjukkan sayangnya…
Ayah…
sudah menjadikan aku orang yang nggak gampang menyerah
ketika aku menginginkan sesuatu…
berusaha dengan kemampuanku sendiri…
Semua itu karena ayah,
tidak dengan mudah memberikan apa yang aku inginkan
mungkin ketika kecil jika aku ingin jajan atau mainan
ayah dengan mudah memberikannya
tapi ketika aku beranjak besar *sepertinya dari SD*
dan harus bisa mengerti mana yang ingin dan mana yang butuh
ayah mulai susah memberikan apa yang kuinginkan
ayah selalu member alasan
untuk menunda memberikan secara langsung apa yang aku minta
alasan paling fav ayah sie : “nunggu ada uang!”
jika ayah udah bilang gitu, yah… aku hanya bisa manut…
akhirnya kalo udah ngebet ya harus nabung dari uang jajan…
dan ketika aku bisa mendapatkan barang itu tanpa harus minta pada ayah…
ada rasa bangga tersendiri… dan satu lagi jadi bisa ngeman!
Ayah…
sudah menjadikan aku orang yang nggak gila akan pujian
dan melakukan sesuatu bukan karena ingin dilihat orang lain
melakukan sesuatu karena memang itu harus kulakukan
Yah… dari kecil ayah adalah orang yang paling pelit dengan pujian
ketika aku belum masuk sekolah… aku sudah pandai berhitung…
mampu menghafal angka 1 sampai 20 ketika anak2 seumuranku belum bisa
semua orang memuji dan mamandang kagum
tapi tak pernah ada pujian dari ayah…
begitu juga waktu SD,
aku ingat waktu kelas 2 ulangan kenaikan kelas *apalah namanya lupa*
aku mendapatkan nilai 100, sempurna, untuk ulangan matematika
dan ayah hanya menanggapi dengan… “hmmmm...” Ketika aku menunjukkan hasilnya
atau waktu SMP aku mendapatkan juara yang tak penah lolos dari angka 3
tak sekalipun pujian dari ayah
Kadang memang ada sedikit rasa sakit hati…
karena merasa perjuangan kita kurang begitu dihargai
tapi… karena itu juga aku nggak terlalu perduli dengan pujian orang
dulu… mungkin aku begitu mengharap pujian dari ayah
tapi sekarang… aku cukup puas dengan rasa bangga pada diri sendiri
karena toh, aku memang harus melakukan itu
dan aku harus melakukannya dengan kemampuan terbaikku
karena aku butuh, bukan karena agar nanti orang lain memujiku
Ah… banyak hal aku dapatkan dari ayahku
Ayah… mungkin akhirnya menjadi salah satu peganganku mencari calon suami
dari sosok ayah… aku tau suami seperti apa yang aku inginkan
walau mungkin akan menjadi terlalu muluk jika aku menyebutkan kriteria-kriteria
tapi setidaknya, ada beberapa hal dasar yang aku inginkan kelak ada pada suamiku :D
Yah… ayahku memang bukan seorang ayah yang sempurna
*ayah juga manusia kan???*
tapi yang pasti ayahku… tetap ayah nomer satu didunia! :D
LOVE U PAP!
Saturday, February 6, 2010
MenCiCiPi...!
Rasa apa yang ingin kamu cicipi
tentang kebersamaan dan keluarga kah?
Bagaimana rasanya
Berbagi bahagia dengan ayah… ibu… juga saudara berkumpul…
dan hanya sekedar bercerita dan bercanda?
Ketika kamu memiliki banyak masalah…
dan tak ada satu orangpun diluar kamu yang mengerti
dan keluargamu membentangkan lebar tangannya menyambutmu dalam pelukan?
Atau…
Ketika kau merasa begitu bahagia mendapatkan semua yang kau inginkan…
sedang mungkin diluar sana tak mudah bagi anak-anak lain untuk mendapatkannya??
Tapi disisi lain ada rasa iri dihatimu,
ketika kau mengambil rapotmu
dan kau melihat semua temanmu ditemani oleh ayah ibu mereka,
sedang engkau… hanya ditemani dengan pengasuhmu??
Atau…
Terkadang kamu begitu menginginkan jauh dari mereka,
yang seakan mengukungmu/memenjarakanmu dengan aturan mereka
pergi… cukup pergi dan memperoleh kebebasanmu…?
Tapi… ketika akhirnya kau berada jauh dari mereka,
ternyata banyak hal yang kau rindukan
saat-saat kau berada ditengah mereka…
dan menjadi dirimu sendiri tanpa perlu memakai topeng
seperti saat kau berada disekitar orang-orang yang baru kau kenal
dan masih harus beradaptasi dengan mereka,
hingga kadang kau harus merelakan jati dirimu yang sebenarnya?
Atau…
Ketika kau tengah berada ditengah kehangatan sebuah keluarga
yang kau rasa menjadi milikmu yang paling berharga
sedangkan sedetik kemudian kau menyadari bahwa
kau bukan siapa2 mereka
hanya seseorang yang diberi kesempatan
untuk dirawat dan berada dalam keluarga itu?
Dimana kau merasa terasing berada ditengah keluarga besarmu…
karena kau merasa mereka menuntutmu melakukan apa yang tak ingin kau lakukan,
walau menurut mereka semua itu demi kebaikanmu…
dan kau hanya bisa terduduk, memaksakan senyummu…
hanya karena kau tak ingin menyakiti mereka yang begitu menyayangimu…?
Atau…
Ketika melihat kebahagiaan yang terpancar dari tatapan mata ayah ibu
yang menunjukkan bahwa ada cinta disana??
Dan ketika waktu bergulir,
tatapan itu sirnah, dan berganti dengan caci maki… dan teriakan amarah?
Atau…
Ketika ada perih ketika melihat ibumu menangis semalaman didalam sujud doanya
dan ayah yang hanya duduk tepekur dengan asap rokok yang mengelilinginya?
Rasa apa yang ingin kamu cicipi
tentang cintakah?
Bagaimana tentang rasa cinta pertama…
ketika kau memandang sesosok berbeda jenis dengan mu
dan begitu menarik perhatianmu…
membuatmu kehilangan arah untuk berpikir…
hanya dia… itu yang menjadi pusatmu?
Apa yang kau rasakan ketika ia yang begitu kau puja…
dan mengatakan kata pamungkas padamu…
bahwa ia memintamu untuk menjadi kekasih hatinya??
Dan setelah itu… hari-harimu diisi oleh kebersamaan dengannya??
Getar apa yang kau rasakan ketika pertama kali
kau membiarkan bibirmu bersentuhan dengan bibir lain??
Atau…
Bagaimana rasanya mencintai ia yang belum pernah bersua…
tapi seakan sudah menjadi bagian dari hari-harimu??
Seperti orang linglung yang merindukan seseorang
walau bahkan sosok orang itupun hanya menjadi angan…
karena tak pernah bersua sekalipun??
Dan ketika akhirnya untuk pertama kali kau bersua dengannya…
memandang lekat-lekat wajah ia
yang selama ini hanya bayangnya yang bermain didalam anganmu??
Atau…
Ketika orang yang selama ini kau anggap sebagai sahabatmu
bersamamu dalam segala keadaan,
dan hingga akhirnya tanpa kau sadari rasa sayang itu ada??
Ketika rasa itu hadir… tetapi kau takut untuk mengungkapkannya…
karena kau takut akan menghancurkan semua yang sudah ada…??
Atau…
Tentang beratnya hatimu melepas ia yang setelah sekian lama mengisi harimu,
sedangkan ia akan pergi walau dengan janji *pasti* akan kembali padamu??
Bagaimana dengan rasa rindu…
keinginan untuk bersua tetapi
apa daya ketika jarak begitu membentang dan memisahkan??
Atau...
mungkin jarak yang dekat
tetapi mengapa waktu terasa begitu sempit
dengan segala rutinitas yang begitu menyita semuanya??
Rasa apa yang ingin kamu cicipi
tentang harapan dan janji kah?
Dan harapan…
yang seakan ada dan bertumbuh tanpa kita minta,
ketika sebuah janji terucapkan?
Bagaimana rasanya menunggu…
ia yang memberikan janji…
dan hanya waktulah yang akan membuktikan semua janji itu…??
Tentang keraguanmu akan hari esok,
sedang ada orang disampingmu…
yang selalu memberikan motivasi padamu…
bahwa bahagia itu nyata dan hanya perlu keyakinan untuk mewujudkannya??
Dan apa yang kau rasa
ketika akhirnya sebuah janji tak lagi hanya sekedar menjadi janji,
tapi ia menjadi sesuatu yang begitu nyata bagimu??
Atau…
Ketika sebuah kata janji hanya menjadi angin lalu bagimu,
karena tak ada kepastian akan kata-kata itu
dan tetap saja kau harus menunggu sampai waktunya
waktu itu menjadi nyata, atau hanya sekedar menjadi omong kosong??
Ketika kau mulai muak mendengarkan kata-kata janji…
karena semua bagai omong kosong, pemberi harapan semu??
Atau…
Bagaimana dengan janji yang telah kau ucapkan,
sedang ia yang kau beri janji pergi menjauh darimu?
Ketika kau memutuskan untuk menunggu
dan tetap berharap pada sesuatu yang tidak pasti
atau bahkan kau tau bahwa itu hanya suatu kebodohan,
tetapi banyak orang yang bilang itu lah yang disebut perjuangan?
Atau…
Kini kau lebih memilih untuk tak lagi berjanji pada siapapun,
karena begitu takutnya kau untuk melukai ia,
yang sebenarnya tak pernah kau berikan harapan
tetapi kemudian terus saja berharap padamu
hanya karena adanya satu kata itu… janji??
Atau…
Ketika kau mulai menikmati bagaimana rasanya menanti,
dengan sabar…
menjadikan setiap detik penantianmu akan janji yang terangkai
dengan segala persiapan yang tersusun rapi,
tanpa terlalu berpikir… apakah janji itu tertepati atau tinggal menjadi janji…
kau hanya menikmati proses itu…
dimana janji terucap dan kau belajar untuk bersabar
menanti dan nantinya akan tetap tersenyum bagaimanapun hasilnya??
Atau…
Belajar dari janji yang diberikan padamu,
dan rasa yang ditimbulkannya ketika kau mendapati hasil akhirnya…
belajar untuk dapat mulai mengatur janji yang akan kau ucapkan…
akan kau berikan??
Rasa apa yang ingin kamu cicipi
tentang luka *karena cinta* kah?
Bagaimana rasanya ketika orang yang begitu memberimu cinta
tiba-tiba memutuskan jalan lain yang tak lagi seiring denganmu??
Bagaimana rasa ketika kau harus mendengarkan…
dari mulut orang lain…
yang bisa jadi kau ragukan kebenarnya
tentang ia yang kau cintai bermain dibelakangmu…
ingin kau tak mempercayainya…
tapi entah mengapa, telah ada luka dihatimu??
Jika kau akhirnya mendapati dirimu menyaksikan dengan mata kepalamu sendiri,
ia yang kau cintai melakukan apa yang harusnya dilakukan untukmu,
tetapi ternyata ia lebih memilih orang lain,
yang mungkin bagimu bahkan tak labih baik darimu??
Apa yang terjadi dengan hatimu,
ketika kau hanya dapat mencintainya dengan diam-diam…
melihatnya dari jauh…
dan menyimpan semua rasamu dihati saja…
tak perlu ada orang lain yang tau…
hanya kau dan Tuhan saja, itu sudah cukup??
Tentang tanya yang tak terjawab,
ketika kau merasa telah terasingkan,
dan terbuang dari segala rasa yang pernah ada??
Luka seperti apa yang terukir
ketika kau begitu mencintai seseorang
tetapi hanya mendapati kepastian takdir
*walau bukankah tak ada sesuatu yg benar-benar pasti*
bahwa dirimu tak dapat bersamanya??
**dan entah mengapa begitu sedikit tentang luka yang bisa aku pertanyakan, hahaha**
rasa apa yang ingin kau cicipi???
atau... rasa apa yang ingin kau bagi, hingga mungkin...
semua yang baca tergoda untuk mencicipinya??? ;)
Subscribe to:
Posts (Atom)