pernah nggak.. ngerasa.. hidup ini cuma permainan..
dan kita sebagai tokoh utamanya bagi masing2 kita sendiri..
semua dibedakan.. salah satunya dari bagaimana kita tetap mampu bertahan untuk bermain.. sampai nanti kita sampai dilevel akhir.. di garis finish...
seperti mbah surip.. yg bermain dengan perjalanan yg cukup unik.. hingga berakhir ketika ia baru memperoleh ketenaran *yg mungkin* ia inginkan..
salah satu.. yg begitu banyak dibicarakan orang.. yg begitu istimewa dari mbah surip adalah.. ia yang tak pernah mengeluh..
sekarang.. coba kamu liat fb km, dan km tilik lagi status temen2 km atau bahkan km sendiri..
seberapa sering km mengeluh?? hehe
hidup itu permainan.. pasti ada kalanya menang, ada kalanya kalah.. tinggal bagaimana kita sampai titik hasil, dan bagaimana kita hadapi resiko na..
yah.. kadang.. kalo menganggap hidup itu permainan, ada satu titik dimana kita merasa dipermainkan oleh hidup..
seperti.. ketika satu harapan diberikan.. dan dengan tiba2 saja saat kita begitu berharap eh... harapan itu 'pergi' begitu saja..
dongkol tuh pasti *hehe*
kalo belum bisa bayangin dongkol na..
coba bayangin..
ketika km dah putus harapan, ato mungkin lebih halusnya dibilang pasrah
seseorang datang.. kasih harapan.. kasih semangat.. sampai akhirnya kamu bisa sedikit demi sedikit bangkit lagi..
sebelum kamu benar2 bangkit dan menjadikan tuh orang sebagai penopang.. eh dia na pergi.. *wuzh.. clink..* ngilang gitu ajah..
truz.. kamu mulai coba.. pasrah lagi...
eh dateng yg lain.. dan tiba2 *clink* ngilang juga..
*masa' iya belum ngerasa dongkol na, hehe*
nah.. apa iyah itu dipermainkan hidup..
ato kurang pinter aja bermain na??
ada 2 pendapat..
menyalahkan ia yg memberikan harapan.. yg seenaknya pergi begitu saja..
atau.. ia yg diberikan harapan.. siapa suruh ia begitu berharap..
kadang orang lupa setiap permainan yg kita pilih, pasti ada resiko kalah / mendapatkan sesuatu tidak seperti harapan kita..
bermain dng orang diluar kita, harus kita sadari kalau ia yg diluar kita itu juga sedang bermain..
dan ia juga pasti menginginkan kemenangan dalam permainannya itu..
kata eMak.. kalau kita masih mencari penyebab kita kalah diluar diri kita sendiri..
maka sesungguhnya kita belum benar2 menguasai permainan kita sendiri..
yah.. dng memperbaiki diri sendiri maka sedikit demi sedikit kita bisa menguasai permainan kita..
dan kita dapat bertahan sampai level akhir deh..
so... lets play.. :)
*posting hasil insomnia.. jd maap kalo ngelantur hehe*
Thursday, July 23, 2009
Friday, July 17, 2009
saTu maSa Saja...
kadang tanpa sadar seseorang ingin melupakan / menghapus sesuatu dalam ingatannya
semudah ia menekan tombol delete atau backspace di keyboard komputer
ah... siapa yang tak mau jika memiliki kemudahan seperti itu
walau juga tak jarang ada yang berkata...
"sudah lah... nikmati saja... walau harus menangis meraung-raung.."
atau juga ada yang mengatakan...
"sudah lah... abaikan saja... nanti kalo habis masanya semua akan berlalu dengan sendirinya"
ya memang hanya pilihan itu yg ada.. menerima.. menikmati.. atau
mengabaikan..
tapi.. bagaimana jika semua keadaan tadi diubah...
kamu diberi kesempatan untuk melupakan..
yah.. bahkan tanpa perlu repot-repot menekan tombol delete..
tapi.. semua tentu ada konsekuensinya..
kamu hanya diberikan satu kenangan yg tersisa..
hanya satu kenangan.. satu masa.. yg bisa tersimpan dimemorimu..
satu kenangan yg bisa kamu pilih unk kamu jaga sampai akhir nanti..
beberapa waktu lalu untuk kesekian kalinya nonton film "a moment to remember"
dari film itu.. ternyata ketika kesempatan itu ada, juga g semudah yg dibayangkan..
terlebih hanya boleh memilih satu masa untuk disimpan..
yah.. lebih susah memilih-milih satu dari sekian banyak kenangan yg ingin disimpan.. drpd memilih apa yg ingin dilupakan..
ah.. liat film itu, semakin yakin bahwa apa yg terjadi pasti memiliki alasan tersendiri untuk terjadi..
dan semua yg terjadi telah membentuk kita yang sekarang..
yah.. kadang g mudah menerima apa yg tak sesuai dng hati..
tapi bukankah lebih baik menerima daripada akhirnya tak ada yg tersisa dimemori..
- - - - - - - - - -
ketakutan itu ada
ketika tahu kita akan kehilangan
tapi.. ketika kehilangan itu jadi nyata
rasa yg tersisa.. ternyata hanya hampa!!
hmmm.. terlebih lagi..
dilupakan itu sakit, jendral!! *hehe*
yah.. pertanyaan yg kadang terlupa
bagaimana jika kita dalam posisi yg di"delete"??
semudah ia menekan tombol delete atau backspace di keyboard komputer
ah... siapa yang tak mau jika memiliki kemudahan seperti itu
walau juga tak jarang ada yang berkata...
"sudah lah... nikmati saja... walau harus menangis meraung-raung.."
atau juga ada yang mengatakan...
"sudah lah... abaikan saja... nanti kalo habis masanya semua akan berlalu dengan sendirinya"
ya memang hanya pilihan itu yg ada.. menerima.. menikmati.. atau
mengabaikan..
tapi.. bagaimana jika semua keadaan tadi diubah...
kamu diberi kesempatan untuk melupakan..
yah.. bahkan tanpa perlu repot-repot menekan tombol delete..
tapi.. semua tentu ada konsekuensinya..
kamu hanya diberikan satu kenangan yg tersisa..
hanya satu kenangan.. satu masa.. yg bisa tersimpan dimemorimu..
satu kenangan yg bisa kamu pilih unk kamu jaga sampai akhir nanti..
beberapa waktu lalu untuk kesekian kalinya nonton film "a moment to remember"
dari film itu.. ternyata ketika kesempatan itu ada, juga g semudah yg dibayangkan..
terlebih hanya boleh memilih satu masa untuk disimpan..
yah.. lebih susah memilih-milih satu dari sekian banyak kenangan yg ingin disimpan.. drpd memilih apa yg ingin dilupakan..
ah.. liat film itu, semakin yakin bahwa apa yg terjadi pasti memiliki alasan tersendiri untuk terjadi..
dan semua yg terjadi telah membentuk kita yang sekarang..
yah.. kadang g mudah menerima apa yg tak sesuai dng hati..
tapi bukankah lebih baik menerima daripada akhirnya tak ada yg tersisa dimemori..
- - - - - - - - - -
ketakutan itu ada
ketika tahu kita akan kehilangan
tapi.. ketika kehilangan itu jadi nyata
rasa yg tersisa.. ternyata hanya hampa!!
hmmm.. terlebih lagi..
dilupakan itu sakit, jendral!! *hehe*
yah.. pertanyaan yg kadang terlupa
bagaimana jika kita dalam posisi yg di"delete"??
Thursday, July 16, 2009
jaLaN sUNyi...
melihatmu melangkah pergi hari itu
adalah kepedihan yg tak tersembuhkan
betapa aku ingin menghentikan langkahmu,
meraihmu, dan memintamu kembali padaku
aku ingin
tp apakah itu mungkin?
ketika ruang hatimu telah dimiliki orang lain,
maka tak tersisa sedikit celah pun untukku
segala cinta yang kupunya pun tak mampu menghadirkan celah itu bagiku
segala cinta yang kuberi selama ini,
ternyata tak sanggup untuk mengikat hatimu
tak juga cukup untuk membuat hatimu nyaman berada dalam duniaku
maka apa lagi yang bisa kulakukan untukmu?
dulu, kita telah sampai pada sebuah jalan
jalan yang telah kita rancang dengan segala angan masa depan,
yang kita yakin akan terlalui dengan suka cita
namun sekarang?
bayangmu pergi menjauh
langkahmu tak terhenti
maka hanya tersisa satu hal yang bisa kulakukan,
yaitu
merelakanmu
dan kususuri jalan sunyiku, sendirian
--------------------------------------------------------------------
adalah kepedihan yg tak tersembuhkan
betapa aku ingin menghentikan langkahmu,
meraihmu, dan memintamu kembali padaku
aku ingin
tp apakah itu mungkin?
ketika ruang hatimu telah dimiliki orang lain,
maka tak tersisa sedikit celah pun untukku
segala cinta yang kupunya pun tak mampu menghadirkan celah itu bagiku
segala cinta yang kuberi selama ini,
ternyata tak sanggup untuk mengikat hatimu
tak juga cukup untuk membuat hatimu nyaman berada dalam duniaku
maka apa lagi yang bisa kulakukan untukmu?
dulu, kita telah sampai pada sebuah jalan
jalan yang telah kita rancang dengan segala angan masa depan,
yang kita yakin akan terlalui dengan suka cita
namun sekarang?
bayangmu pergi menjauh
langkahmu tak terhenti
maka hanya tersisa satu hal yang bisa kulakukan,
yaitu
merelakanmu
dan kususuri jalan sunyiku, sendirian
--------------------------------------------------------------------
Juanda, 24 November 07
Subscribe to:
Posts (Atom)