Ternyata kangen untuk update setiap hari itu ada juga yah :) kemaren sempet pengen mengulang lagi kegiatan update tiap hari, tapiiiii sekali lagi terbentur rasa malas dan sinyal yang benar-benar menguji kesabaran -_-“
Jadi ya, mending lah sekarang udah mulai update lagi walau sekali lagi mungkin hanya seminggu sekali --" dan isinya hal-hal yang tetep aja sie dari dulu, nggak penting :))
Tadinya mau cerita tentang tingkah polah BabyZi yang terbaru :D tapi kan niatnya sebulan sekali, tapi emang loh… banyak hal yang ternyata sangat amat menarik yang pengen di share disini :p tapi entar lah ya mungkin awal bulan depan aja :D
Sekarang lagi pengen nulis tentang sharing secara nggak sengaja sama anyin, melalui jejaring yang namanya twitter. Kenapa aku bilang secara nggak sengaja, karena aku awalnya cuman maen samber aja dari twit yang dibuat anyin pagi itu, dan akhirnya tercipta sedikit “percakapan” dan sama anyin dibilang sebagai sharing indah di pagi hari :)
Twit anyin itu mungkin intinya tentang “Kepada siapa kita bisa share masalah kita?”
Pendapat dari anyin : bahwa orang yang terbaik yang mengerti pahitnya hidup kita adalah orang yang juga mengalami kepahitan yang sama. Orang yang hidupnya bahagia-bahagia saja biasanya akan salah tanggap atau menilai kita dengan salah, egois. Pengennya dimengeri tapi nggak mau mengerti. Mereka biasanya melupakan fakta bahwa mereka nggak tau rasanya terjatuh telak, jadi jangan berharap banyak untuk bisa sharing beban kita kepada orang ini.” #to Anyin : tolong ralat kalau ada yang salah yah -_-?#
Dan aku awalnya manggut-manggut aja sie :) dan kemudian nge-reply : kadang ada juga yang mencoba bersimpati tapi dengan cara yang salah :)
Memang nggak mudah berbagi tentang apa yang sedang kita rasakan pada orang lain, karena belum tentu mereka akan benar-benar mampu merasakan apa yang sedang kita rasakan, walau pasti ada beberapa orang yang bilang “aku ngerti kok apa yang kamu rasakan” Aku sendiri bahkan kadang nggak akan percaya kalau ada orang yang bilang gitu, walau mungkin aku sendiri tau dia pernah merasakan keadaan yang jauh beda dengan yang aku alami, tapiiiii tetep situasi berbeda, keadaan berbeda daaaaaan sekarang ama dulu itu jelas berbeda :)
Aku membaca satu buku, judul “Remember When” #eh, jadi keinget belum buat reviewnya -_-”# dan disitu sepertinya ada hal yang bisa menggambarkan tentang apa yang sedang aku tulis.
Seorang anak laki-laki kehilangan ibunya, dan ia merasakan kehilangan yang amat sangat. Rasa kehilangan yang baginya tidak akan ada yang bisa mengerti bahkan sahabat-sahabat terdekatnya, bahkan pacarnya sekalipun. Ia justru tersiksa berada didekat mereka, bukan karena ia masih merasa kehilangan tetapi justru karena perhatian dari mereka, tatapan yang memandang dengan rasa kasihan, khawatir, dan bersimpati. Dia justru merasa tersiksa oleh semua itu.
Ia justru merasa tersiksa dengan semua itu, dan ia lebih bisa dekat dengan seseorang yang memperlakukannya dengan biasa saja, tanpa tatapan yang berbeda, bahkan mungkin ia mendapati bahwa orang tersebut juga merasakan apa yang ia rasakan tanpa harus bilang secara langsung. Ia hanya merasakan itu dari tatapan yang juga memiliki kekosongan yang sama karena memang ya… orang itu pernah mengalami kehilangan yang sama dengan dirinya.
Satu hal yang bisa aku ambil dari sharing sama anyin itu, yaitu selain kita emang harus pinter cari orang yang bisa menjadi temen sharing tentang permasalahan kita, tentang perasaan kita, disitu kita juga belajar bagaimana menjadi teman yang baik bagi orang lain yang sedang menghadapi masalah :)
Menempatkan diri pada posisi orang lain memang tidak mudah, tapi dengan mencoba terlalu peduli kadang juga bukan pilihan yang baik. Bahkan ada saatnya dimana kita lebih baik menjauh saat ada sahabat yang sedang tertimpa masalah, hanya pastikan kita tetap ada #nah looooh, mbulet kaaaan :p# Saat seseorang membutuhkan kita, hanya perlu kita pastikan bahwa ketika ia membutuhkan kita, kita ada untuk dia. :D
Thx Anyiiiiin, jadi punya bahan update nie :)
Friday, June 24, 2011
Wednesday, June 22, 2011
Satu peringatan indah.
Peringatan, jika mendengar kata itu maka satu hal yang teringat adalah hari-hari atau tanggal penting suatu kejadian, entah itu yang berkaitan langsung dengan diri atau yang tidak langsung. Seperti misal peringatan hari lahir, peringatan hari pernikahan, peringatan hari kemerdekaan.
Peringatan juga memiliki arti sebagai teguran atau nasihat. Secara umum, peringatan memang berhubungan dengan waktu, tapi lebih tepatnya suatu kejadian. Bisa saja kita tidak ingat kapan kejadian itu berlangsung tetapi kejadian itu bergitu berkesan sehingga membuat kita selalu teringat, maka jika tidak ingat tanggal kejadian apakah maka tidak dapat memperingatinya sebagai peringatan tertentu?
Banyak hal terjadi, dan menjadi sebuah peringatan seiring berjalannya waktu. Dan tak semua itu dapat dengan jelas kapan terjadinya, tapi ia begitu berarti sehingga setiap mengingatnya seakan itu menjadi peringatan tersendiri.
Seperti ketika suatu malam aku karena sedang tidak enak badan tidur dengan ibuku, dan mendapatinya tengah malam ia berdoa dan menangis. Samar-samar aku mendengar banyak nama ia sebut dalam doanya, salah satunya aku, dan ketika isaknya yang ia tahan semakin terdengar yaitu ketika ia berdoa untuk bapak. Begitu tulus pintanya ditengah isak tangisnya, walau aku tau mungkin tak pernah ada orang lain yang akan tau tentang ini. Tapi saat itu, seakan menjadi peringatan untukku, bahwa cinta yang tulus tak perlu diumbar, kadang dalam sebuah doa ditengah malam untuk orang yang telah begitu menyakiti kita, itu lebih dari segalanya.
Itu adalah salah satu peringatan indah secara tak langsung dari ibuku. Membenci akan membuat kita semakin terluka, tapi dengan memaafkan dan mendoakan membuat kita lebih tenang menjalani hari esok. Hal yang mungkin sederhana tetapi tinggal bagaimana kita mengambil hikmah dari semua yang terjadi. :)
Alhamdulillah, terima kasih ibu untuk peringatan indahmu.
Peringatan juga memiliki arti sebagai teguran atau nasihat. Secara umum, peringatan memang berhubungan dengan waktu, tapi lebih tepatnya suatu kejadian. Bisa saja kita tidak ingat kapan kejadian itu berlangsung tetapi kejadian itu bergitu berkesan sehingga membuat kita selalu teringat, maka jika tidak ingat tanggal kejadian apakah maka tidak dapat memperingatinya sebagai peringatan tertentu?
Banyak hal terjadi, dan menjadi sebuah peringatan seiring berjalannya waktu. Dan tak semua itu dapat dengan jelas kapan terjadinya, tapi ia begitu berarti sehingga setiap mengingatnya seakan itu menjadi peringatan tersendiri.
Seperti ketika suatu malam aku karena sedang tidak enak badan tidur dengan ibuku, dan mendapatinya tengah malam ia berdoa dan menangis. Samar-samar aku mendengar banyak nama ia sebut dalam doanya, salah satunya aku, dan ketika isaknya yang ia tahan semakin terdengar yaitu ketika ia berdoa untuk bapak. Begitu tulus pintanya ditengah isak tangisnya, walau aku tau mungkin tak pernah ada orang lain yang akan tau tentang ini. Tapi saat itu, seakan menjadi peringatan untukku, bahwa cinta yang tulus tak perlu diumbar, kadang dalam sebuah doa ditengah malam untuk orang yang telah begitu menyakiti kita, itu lebih dari segalanya.
Itu adalah salah satu peringatan indah secara tak langsung dari ibuku. Membenci akan membuat kita semakin terluka, tapi dengan memaafkan dan mendoakan membuat kita lebih tenang menjalani hari esok. Hal yang mungkin sederhana tetapi tinggal bagaimana kita mengambil hikmah dari semua yang terjadi. :)
Alhamdulillah, terima kasih ibu untuk peringatan indahmu.
![]() |
| Artikel ini diikutkan dalam Acara Satu Kata |
Monday, June 20, 2011
sebuah pilihan
merubah pola pikir atau sebuah cara pandang itu gampang-gampang susah dan susah-susah gampang :) karena akan sering membentur pada sisi egoisme diri, atau gengsi atau mungkin sisi difensif terhadap luka, karena tak ada kan orang yang ingin terluka :D
pernah tau kata-kata ini?
- cinta tak harus memiliki
atau
- cinta bukanlah cinta, sebelum kau mampu untuk melepasnya pergi
atau
- jika kamu mencintainya, kamu akan ikut berbahagia ketika melihatnya bahagia walau mungkin bukan dirimu yang berada disisinya
atau yang paling jamak / sering didengar
- kalau jodoh... pasti nggak akan kemana :s
mungkin, kalimat diatas ada benarnya, tetapi kadang bagiku itu hanya sebuah rangkai kata penghiburan saat hati mulai terluka karena cinta yang ternyata bertepuk sebelah tangan :p
dan baru-baru ini juga mendapati kalimat senada tetapi sedikit berbeda :
- ketika cinta berorientasi pada keinginan untuk memberi (kasih sayang) maka perih luka karena cinta yang tak terbalas akan lebih mudah diminimalisir tetapi ketika cinta berorientasi pada keinginan untuk memiliki, maka pada akhirnya hanya perih luka yang akan didapatkan (dari salah satu status MT, dng sedikit aku edit)
memang sie, bagi semua orang cinta yang indah adalah ketika kita dicintai oleh orang yang juga kita cintai - ada sebuah timbal balik :)
tapi ketika ada pertanyaan : mana yang lebih penting, mencintai atau dicintai?
dulu, aku pernah memberikan pilihan... dicintai
dengan alasan, ketika kita dicintai kita bisa memaksa diri kita untuk belajar membalas cinta itu
sedang jika mencintai, kita tidak bisa memaksa orang lain untuk membalas cinta kita :s
dan pertanyaan baru muncul dari jawabanku itu :
menerima cinta yang ditawarkan/diberikan, tetapi tak ada cinta yang juga seharusnya diberikan pada ia yang mencintai kita, apakah itu adil?
mendapati seseorang berpura-pura mencintai kita (sepertinya) jauh lebih menyakitkan daripada cinta kita yang ditolak
karena itu bukan cinta, tetapi rasa kasihan
nah, disini kita harus tanya ama diri kita
apa yang sebenarnya kita inginkan?
cinta? atau balasan cinta?
perbedaannya sedikit memang, tp sebenarnya sangat beda besar maknanya
mungkin ada yang berkata "hidup, akan berwarna dengan cinta"
sepertinya ada yang harus ada ralat sedikit dari pernyataan itu
"hidup akan berwarna jika cinta terbalaskan" :p
pemikiran kita selama ini sebenarnya adalah bahwa ternyata yang selama ini kita inginkan adalah balasan cinta, karena cinta itu sendiri sebenarnya sudah kita miliki... dan keinginan kita selanjutnya adalah balasannya.
yah itu, dan sepertinya sekarang ketika harus diubah menjadi :
jika memang yang diinginkan adalah cinta
maka cinta itu sudah kita miliki
entah terbalas atau tidak
dan pilihan kita untuk mempertahankannya atau melepasnya dari diri kita
ketika cinta itu tak terbalaskan
bahwa seharusnya kebahagiaan itu telah ada karena kita memiliki cinta
bukan karena adanya balasan cinta kan?
maka kalimat ini akan tepat ketika kita sudah mengubah cara pandang
bahwa kebahagiaan ada ditangan kita, bukan ditangan ia yang kita cintai
bahagia itu pilihan kita :)
#walau emang susah sie ketika cinta tak terbalaskan#
#teteup :D#
for my friends yg masih menunggu balasan cinta :p
pernah tau kata-kata ini?
- cinta tak harus memiliki
atau
- cinta bukanlah cinta, sebelum kau mampu untuk melepasnya pergi
atau
- jika kamu mencintainya, kamu akan ikut berbahagia ketika melihatnya bahagia walau mungkin bukan dirimu yang berada disisinya
atau yang paling jamak / sering didengar
- kalau jodoh... pasti nggak akan kemana :s
mungkin, kalimat diatas ada benarnya, tetapi kadang bagiku itu hanya sebuah rangkai kata penghiburan saat hati mulai terluka karena cinta yang ternyata bertepuk sebelah tangan :p
dan baru-baru ini juga mendapati kalimat senada tetapi sedikit berbeda :
- ketika cinta berorientasi pada keinginan untuk memberi (kasih sayang) maka perih luka karena cinta yang tak terbalas akan lebih mudah diminimalisir tetapi ketika cinta berorientasi pada keinginan untuk memiliki, maka pada akhirnya hanya perih luka yang akan didapatkan (dari salah satu status MT, dng sedikit aku edit)
memang sie, bagi semua orang cinta yang indah adalah ketika kita dicintai oleh orang yang juga kita cintai - ada sebuah timbal balik :)
tapi ketika ada pertanyaan : mana yang lebih penting, mencintai atau dicintai?
dulu, aku pernah memberikan pilihan... dicintai
dengan alasan, ketika kita dicintai kita bisa memaksa diri kita untuk belajar membalas cinta itu
sedang jika mencintai, kita tidak bisa memaksa orang lain untuk membalas cinta kita :s
dan pertanyaan baru muncul dari jawabanku itu :
menerima cinta yang ditawarkan/diberikan, tetapi tak ada cinta yang juga seharusnya diberikan pada ia yang mencintai kita, apakah itu adil?
mendapati seseorang berpura-pura mencintai kita (sepertinya) jauh lebih menyakitkan daripada cinta kita yang ditolak
karena itu bukan cinta, tetapi rasa kasihan
nah, disini kita harus tanya ama diri kita
apa yang sebenarnya kita inginkan?
cinta? atau balasan cinta?
perbedaannya sedikit memang, tp sebenarnya sangat beda besar maknanya
mungkin ada yang berkata "hidup, akan berwarna dengan cinta"
sepertinya ada yang harus ada ralat sedikit dari pernyataan itu
"hidup akan berwarna jika cinta terbalaskan" :p
pemikiran kita selama ini sebenarnya adalah bahwa ternyata yang selama ini kita inginkan adalah balasan cinta, karena cinta itu sendiri sebenarnya sudah kita miliki... dan keinginan kita selanjutnya adalah balasannya.
yah itu, dan sepertinya sekarang ketika harus diubah menjadi :
jika memang yang diinginkan adalah cinta
maka cinta itu sudah kita miliki
entah terbalas atau tidak
dan pilihan kita untuk mempertahankannya atau melepasnya dari diri kita
ketika cinta itu tak terbalaskan
bahwa seharusnya kebahagiaan itu telah ada karena kita memiliki cinta
bukan karena adanya balasan cinta kan?
maka kalimat ini akan tepat ketika kita sudah mengubah cara pandang
bahwa kebahagiaan ada ditangan kita, bukan ditangan ia yang kita cintai
bahagia itu pilihan kita :)
#walau emang susah sie ketika cinta tak terbalaskan#
#teteup :D#
for my friends yg masih menunggu balasan cinta :p
Subscribe to:
Posts (Atom)
