Pages

Friday, January 27, 2012

#15HariNgeblogFF Request Yumin ^^

Soto Koya

“Kamu mau makan apa?” Tanyaku sambil membelai rambutmu.

“Soto koya, boleh?” Jawabmu, sambil memberikan tatapan penuh harap.

Sejenak aku diam, dan kamu masih menatapku, tetap dengan mata yang seakan dapat menghipnotisku untuk menuruti semua keinginanmu. Kamu memang begitu senang dengan makanan satu itu.

Sesaat kemudian sambil mengerlingkan mata, aku mengangguk. Kamu langsung memelukku dan memberikan ciuman padaku.

Soto koya, salah satu masakan yang menjadi andalanku. Dulu, aku sangat jarang memasak, terlebih masakan yang menurutku ribet. Contohnya, ya itu… soto koya. Tapi hanya karena seorang yang aku cintai begitu menyukai masakan itu akhirnya aku belajar untuk membuatnya. Ada debar tak sabar menunggu komentar darinya saat akhirnya ia mencicipi masakanku. Begitu ia bilang enak, ah… rasanya aku sudah resmi saja dikatakan sebagai koki handal.

Ah, slide demi slide masa lalu itu kembali membayang. Gegara soto koya, yang ternyata juga merupakan kesukaanmu. Sebenarnya aku tak kaget jika kamu begitu menyukainya, walau kamu baru merasakannya pertama kali saat aku memasakkannya untukmu sekitar 3 bulan lalu. Sejak pertama kali kamu mencobanya, kamu langsung mencanangkan bahwa soto koya adalah makanan favoritmu.

Walau mungkin kamu tak tahu bahwa ketika kamu meminta aku memasak soto koya itu, kamu sama saja memintaku untuk mengenang segala masa laluku. Masa lalu yang entah mengapa tak bisa aku kubur sampai saat ini. Kenangan yang sampai sekarang masih memberikan efek perih ketika ia bayangnya mengintip.

Setelah sekitar satu jam, akhirnya soto koya siap untuk ku hidangkan.

“Makan yuk.” Ajakku, saat kamu masih asyik nonton TV.

“Soto koya?” Tanyamu, seakan memastikan bahwa aku benar-benar menuruti permintaanmu.

“Iyaaaa…” Kataku sambil mengacak-acak rambutmu. Dan kamu cuman tertawa riang.

“Enak?” Tanyaku setelah beberapa suapan kamu nikmati dengan sangat lahap, dan kamu menanggapinya dengan acungan jempol.

“Kalau gitu makan yang banyak ya Nak, biar cepat sembuh.”

Aku memang tak heran jika kamu begitu menyukai soto koya, sama seperti ayahmu. Sayangnya kamu tak bisa menikmati soto koya bersamanya. Karena bahkan hadirmu saja ia tak pernah tahu, dan aku, ibumu terlalu terluka untuk memberitahukan padanya tentangmu. Terluka karena ia lebih memilih gadis yang telah dijodohkan oleh orang tuanya, tanpa memperjuangkan cintanya sedikitmu. Hingga aku merasa ia tak pernah mencintaiku, jadi untuk apa aku memperkenalkanmu padanya.

Aku hanya bisa tersenyum melihatmu begitu lahap menghabiskan soto koya itu, dan sedikit menahan luka.

*menerima kritik dan saran*

Jumlah kata : 370 Kata ^^ 

1 comment:

makaci udah mampir di CyBer dReaM bOx
berbagi yukz, lewat komentar ^^
*moderasi dulu yah :p*
happy blogging ^^

no SPAM yak >.<

have a nice day everydaaaaaay ^^