Pages

Thursday, January 26, 2012

#15HariNgeblogFF Day15a


SAH!

Sejak membuka mataku pagi tadi, aku sangat gelisah menyambut hari ini. Hari ini, aku akan menjalankan satu rencana besar dalam perjalanan hidupku. Segala persiapan sudah tampak rapi, siap untuk dijalankan.

Suasana rumah begitu riuh, tapi entah mengapa aku merasa sendiri dan menikmati debar jantungku yang terus berpacu seiring dengan berjalannya waktu. Semua orang tampak sibuk, seakan tak mempedulikan aku. Tapi tak apa, karena memang itu yang aku butuhkan sekarang. Suasana riuh di luar sana begitu berbeda saat aku masuk ke dalam kamar. Tercium aroma wangi dan ketenangan.

Aku menantimu. Suara riuh itu perlahan mulai terhenti, semua menjadi tenang. Tapi tidak dengan jantungku, ketenangan itu membuatku seakan bisa mendengar debarnya secara langsung. Aku ingin berada di sampingmu, tapi itu tak mungkin.

Aku hanya mengintip dari balik tirai, dan aku melihatmu. Kamu berjalan tenang, menuju tempat yang sudah disediakan. Walau tampak begitu tenang tapi aku tahu ada sedikit gelisah mengelayuti hatimu, karena tak ada senyuman yang menghiasi wajahmu. Kamu tampak tampan dan gagah dalam balutan jas hitammu itu. Kamu duduk bersila, tetap tampak begitu tenang, beberapa kali kudapati dirimu sedang komat kamit, layaknya merapalkan mantra. Aku hanya bisa tersenyum mendapati polahmu itu.

Dari balik tirai aku mengikuti semua prosesi yang dijalankan, seakan memastikan semua berjalan lancar. Urut-urutan acara terasa begitu lama bagiku, hingga akhirnya terdengar satu orang berkata “SAH!” dan kemudian diikuti beberapa orang mengucapkan kata yang sama. Sejenak kemudian suasana kembali sedikit riuh hingga akhirnya tenang kembali. Senyuman demi senyuman hadir di wajah-wajah mereka yang sebelumnya tampak begitu tegang, begitu juga di wajahmu.

Aku melihat senyum sumringah di wajahmu, senyum yang selalu mampu membuatku tenang. Itupun yang terjadi saat ini, walau masih ada debar kecil yang tersisa tapi senyummu mampu meredamnya.

Setelah prosesi demi prosesi setelah ijab kabul itu selesai dilaksanakan, kini tiba waktumu untuk masuk ke dalam kamar, menjemput mempelai wanitamu. Tapi sebenarnya aku ingin membisikkan padamu, selamat atas pernikahanmu, kini kamu sah menjadi seorang suami dan juga menjadi seorang duda.

Aku meninggalkan rumah itu. Hingga tak lama kemudian terdengar teriakan dari dalam rumah. Ah, sepertinya mereka telah menemukan mempelai wanita itu, istrimu, yang sudah terbujur kaku. Ya, karena aku telah menikamnya tepat di jantungnya, saat semua orang sibuk menyambut kedatanganmu tadi.

*menerima kritik dan saran*

jumlah kata : 362 Kata ^^  


1 comment:

makaci udah mampir di CyBer dReaM bOx
berbagi yukz, lewat komentar ^^
*moderasi dulu yah :p*
happy blogging ^^

no SPAM yak >.<

have a nice day everydaaaaaay ^^